KETIK, SURABAYA – Sepekan sejak dibuka, hingga Selasa, 28 April 2026, jumlah sapi yang terdaftar dalam layanan pemotongan hewan kurban di RPH Surabaya mencapai 73 ekor sapi. Dari total tersebut, 50 ekor memilih layanan potong kemas, sementara 23 ekor menggunakan layanan potong sontor.

Koordinator Pelaksana Kurban Amanah RPH Surabaya 2026, Dwi Retno Palupi, menyebut angka tersebut menunjukkan peningkatan minat masyarakat.

“Kami optimis jumlahnya terus bertambah. Masyarakat mulai memahami bahwa penyembelihan hewan kurban yang baik itu harus memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan juga kenyamanan,” ujarnya.

Palupi juga menjelaskan, layanan potong kemas mencakup proses pengolahan hingga pengemasan daging oleh tim RPH menggunakan plastik food grade sekitar satu kilogram per paket, baik full daging maupun campuran daging dan tulang.

“Kami sediakan dua opsi, kemasan satu kilo full daging atau kombinasi setengah daging dan setengah tulang. Ini untuk mempercepat proses distribusi dan menjaga kualitas,” jelas Palupi.

Baca Juga:
Minat Tinggi, Armada Dirasa Kurang! Dari Atas Roda Bus, Ini Harapan Para Penumpang

Sementara itu, layanan potong sontor hanya mencakup penyembelihan dan pemotongan besar, lalu daging dibawa oleh sohibul kurban untuk diolah dan dibagikan sendiri, yang umumnya dipilih oleh masjid.

“Biasanya yang memilih sontor ini masjid, karena mereka tetap ingin ada kegiatan pencacahan daging di lokasi masing-masing,” tambahnya.

Sapi yang akan disembelih wajib dikirim ke RPH paling lambat sehari sebelum jadwal penyembelian. Setibanya di lokasi, hewan akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan penimbangan sebelum diistirahatkan.

Meski harga sapi tahun ini relatif tinggi, minat masyarakat tetap terjaga. Kemudahan layanan menjadi faktor utama, karena seluruh proses mulai dari pengolahan hingga distribusi telah ditangani RPH, sehingga sohibul kurban tidak perlu repot.

Baca Juga:
Mengintip Keunikan Masjid Cheng Hoo Surabaya, Simbol Akulturasi Islam dan Tionghoa

“Shohibul kurban tidak perlu repot memikirkan limbah, pencacahan, pengemasan hingga distribusi. Semua sudah kami siapkan, mereka tinggal menunggu di rumah,” ungkapnya. (*)