KETIK, JEMBER – Antrean kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah cepat dengan meminta penjelasan langsung dari pihak Pertamina.
Bupati Jember Muhammad Fawait memanggil Sales Branch Manager (SBM) dan pihak Depo Pertamina Banyuwangi untuk mengikuti rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Jember, Minggu malam, 6 September 2026.
Pertemuan tersebut dilakukan setelah Fawait turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi antrean kendaraan. Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu sebelumnya melakukan inspeksi mendadak secara tertutup di sejumlah SPBU untuk mendapatkan gambaran kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) secara langsung.
"Saya turun langsung memantau kondisi riil antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di lapangan. Memang ada penumpukan di sejumlah SPBU, sehingga kami segera memanggil Pertamina untuk minta penjelasan dan solusi," kata Gus Fawait saat dikonfirmasi Senin, 7 September 2026.
Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan BBM di Jember. Pertamina memastikan ketersediaan BBM untuk wilayah Jember masih berada dalam kondisi aman.
Baca Juga:
Wabup Situbondo Jamin Stok Pertalite dan Pertamax Aman, Warga Diminta Tak PanikMenurut penjelasan Pertamina, antrean yang muncul di sejumlah SPBU bukan terjadi karena kelangkaan pasokan BBM secara nasional. Kendala teknis dalam proses pengiriman dan distribusi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penumpukan kendaraan di beberapa SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Pemkab Jember kemudian meminta langkah konkret untuk mempercepat pemulihan distribusi. Pertamina merespons dengan menambah pasokan BBM ke wilayah Jember dalam dua hari terakhir.
Tambahan pasokan tersebut mencapai 100.000 liter atau 100 kiloliter. Pertamina menyalurkan tambahan stok untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi antrean di SPBU.
Gus Fawait meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia mengingatkan bahwa kepanikan masyarakat justru dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan BBM di SPBU.
Baca Juga:
Pemkab Jember Kawal Pemulangan Jenazah PMI dari Malaysia hingga Dimakamkan"Masyarakat tidak perlu panik. Ini berbeda dengan kasus krisis energi global. Situasi di Jember murni kendala pengiriman dan stoknya sangat aman. Belilah BBM sesuai kebutuhan harian saja," imbaunya.
Pemkab Jember juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya di media sosial. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memicu aksi pemborongan BBM atau panic buying.
Langkah koordinasi dengan Pertamina menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember menjaga pelayanan BBM tetap berjalan normal. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus menghadapi antrean panjang.
Pemkab Jember bersama Pertamina selanjutnya akan mengawasi proses distribusi BBM hingga ke tingkat SPBU. Pengawalan tersebut dilakukan untuk memastikan tambahan pasokan dapat tersalurkan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat kembali stabil.
Dengan adanya tambahan 100.000 liter Pertalite dan Pertamax, pemerintah daerah berharap antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jember segera berkurang. Pemkab Jember juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi gangguan distribusi agar kondisi serupa tidak kembali mengganggu pelayanan BBM kepada masyarakat. (*)