KETIK, SURABAYA – Kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo menjadikan banyak pelajaran. Sebagai bentuk antisipasi, pihak BPBD dan Damkar Surabaya serta BPBD Jatim menggelar simulasi.

Simulasi tersebut diikuti sekitar 250 pegawai dari berbagai profesi. Kegiatan ini berlangsung di empat lokasi, yaitu lantai 5 dan 6 Gedung Pusat Diagnosis Terpadu (GPDT) dan lantai 5 dan 6 Gedung Onkologi.

Dalam kegiatan simulasi tersebut, Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof Dr Cita Rosita Prakoeswa, Wadir Umum dan Operasional Tjipto Prasetyo Nugroho, Wadir Perencanaan & Keuangan Primada Kusumaninggar, dan Wadir Pendidikan & SDM, Damayanti Tinduh hadir menyaksikannya.

Sementara, tampil sebagai Incident Commander (IC) Simulasi ini, Wadir Pelayanan Medis dan Keperawatan, Prof Dr Ahmad Suryawan.

Hadir pula mewakili Kalaksa BPBD Jatim, Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim Dadang Iqwandi, Tenaga Ahli Senior Fire Protection Engineer, Setiabudi Anurcahya, Tim BPBD Kota Surabaya dan Tim Damkar Kota Surabaya.

Baca Juga:
RSUD dr. Darsono Pacitan Gabung 38 RS Jejaring Pengampuan Jantung di Jatim

Selama proses simulasi, para pegawai RSUD dr Soetomo terlihat begitu antusias menjalani skenario, dengan berbagai tugas yang telah diberikan saat gladi ruang atau Gladi Table Top Exercise (TTX), di Hall GPDT Lantai 7, Kamis, 29 Juli 2026.

Dirut RSUD dr Soetomo Prof Cita mengapresiasi keseriusan dan semangat para karyawannya dalam kegiatan simulasi ini. 

Baginya, simulasi gempa bumi dan kebakaran ini penting dilakukan sebagai upaya kesiapsiagaan dan pencegahan di instansi-instansi pelayanan seperti di RSUD Dr Soetomo.

"Karena dimana-mana, prefensi itu lebih penting dari pada mengobati. Saya ingin semuanya bisa menanamkan ingatan pada benak masing-masing, bahwa dengan pelatihan yang serius, jika suatu saat ada kejadian beneran, kita benar-benar sudah siap," pesannya.

Baca Juga:
Kebakaran Gedung PPTJ RSUD dr Soetomo, DPRD Jatim Sebut Kerugian Diprediksi Capai Miliaran Rupiah

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat mendukung simulasi ini, mulai dari BPBD Jatim, BPBD Kota Surabaya, Damkar Surabaya, hingga Polsek dan Koramil setempat.

Dadang Iqwandi, mewakili Kalaksa BPBD Jatim juga mengapresiasi semangat dan antusiasme pegawai RSUD Dr Soetomo dalam simulasi gempa bumi dan kebakaran ini.

Baginya, proses simulasi yang diawali dengan beberapa kali ini pertemuan dan gladi TTX ini telah berlangsung cukup baik.

"Di akhir simulasi memang ada beberapa evaluasi. Namun dengan evaluasi itu akan membuat kegiatan ini semakin baik pada tahap-tahap berikutnya," ujarnya.

Ia pun berharap, dengan simulasi evakuasi gempa bumi dan kebakaran ini, kapasitas kebencanaan di lingkungan RSUD Dr Soetomo bisa semakin meningkat.

"Jadi, kalau misalnya terjadi insiden betulan, kami yakin mereka sudah semakin siap," yakinnya. (*)