KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan rencana menghadirkan layanan Angkutan Wisata Gratis sebagai upaya mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan wisata.
Program yang tengah disiapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu itu ditargetkan dapat mulai dianggarkan pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Batu, Hari Juni Susanto, menjelaskan konsep layanan tersebut mengadopsi pola operasional Angkutan Pelajar (APEL) Gratis yang selama ini telah berjalan di Kota Batu.
Bedanya, program baru tersebut nantinya diperuntukkan bagi masyarakat umum dan wisatawan.
“Secara konsep hampir sama dengan APEL Gratis, tetapi kalau APEL hanya untuk pelajar di Kota Batu. Sedangkan angkutan wisata gratis nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat umum maupun wisatawan yang datang ke Kota Batu,” ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca Juga:
Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Kota Batu Siaga Karhutla dan Krisis AirIa mengatakan, program tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan dan penganggaran.
Dishub Kota Batu berharap usulan tersebut mendapat persetujuan dari DPRD Kota Batu, khususnya Badan Anggaran (Banggar), agar dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
“Rencana ini sudah masuk tahap perencanaan. Kami sedang menyusun kebutuhan anggarannya untuk tahun 2027 dan berharap mendapat dukungan dari DPRD Kota Batu,” katanya.
Menurut Hari Juni, apabila program itu disetujui, sistem operasional nantinya akan melibatkan para sopir angkutan kota melalui mekanisme kontrak layanan.
Baca Juga:
Sempat Diwarnai Protes PKL, Proyek Preservasi Simpang Patih Kota Batu Segera DimulaiSelain itu, program tersebut juga akan mengoptimalkan keberadaan Kawanku atau Kendaraan Angkutan Wisata Kota Batu yang sebelumnya dibentuk sebagai layanan shuttle wisata.
“Konsepnya nanti melibatkan shuttle Kawanku dan angkot yang ada di Kota Batu dengan sistem kontrak. Berbeda dengan feeder atau layanan seperti Trans Jatim yang disubsidi pemerintah provinsi tetapi masih berbayar, angkutan wisata ini dirancang benar-benar gratis,” jelasnya.
Dishub Kota Batu menilai program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan aksesibilitas wisatawan, tetapi juga menjadi langkah pemberdayaan bagi para sopir angkutan umum di Kota Batu yang selama ini terdampak perubahan pola transportasi masyarakat.
Selain itu, layanan angkutan wisata gratis diharapkan mampu menekan tingkat kemacetan, terutama saat musim libur panjang ketika jumlah wisatawan meningkat signifikan.
“Harapannya, masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Batu bisa memanfaatkan layanan ini sehingga kemacetan dapat berkurang. Di sisi lain, para sopir angkot juga tetap memperoleh manfaat ekonomi dari program tersebut,” pungkasnya. (*)