KETIK, PASURUAN – Sebanyak 25 siswi kelas XI SMK Tutur, Kabupaten Pasuruan, mendapat pembekalan tentang potensi diri, pilihan pendidikan dan karier, serta kesiapan menghadapi masa depan melalui program EMPOW-HER: Pelatihan Komunikasi dan Kesiapan Kerja Siswa Perempuan di Era Digital.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswi untuk mengenali kemampuan dan minat diri sekaligus membuka wawasan mengenai berbagai pilihan yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan SMK.

Pelatihan menghadirkan Fitri Hariana Oktaviani, S.S., S.E., M.Commun., Ph.D, dari Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), sebagai pemateri.

Dalam sesi bertajuk “EMPOW-HER: Mengenali Potensi, Membuka Pilihan, dan Membangun Kesiapan Diri”, Fitri mengajak peserta memahami bahwa masa depan perempuan tidak hanya memiliki satu jalur.

Para siswi diperkenalkan dengan berbagai pilihan setelah lulus sekolah, mulai dari melanjutkan pendidikan, bekerja, membangun usaha, mengikuti pelatihan atau sertifikasi keterampilan, hingga mendapatkan pengalaman melalui program magang.

Baca Juga:
UB Ungkap Ancaman Krisis Air di Malang Raya, Resapan Makin Menyusut dan Sungai Mulai Kering

"Peserta kami ajak mengenali sejumlah jalur yang dapat dipertimbangkan seperti melanjutkan pendidikan, bekerja, membangun usaha, mengikuti pelatihan atau sertifikasi keterampilan, serta memperoleh pengalaman melalui program magang," ujar Fitri saat menyampaikan materinya, Kamis, 10 September 2026. 

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB, Fitri Hariana Oktaviani, S.S., S.E., M.Commun., Ph.D, saat menjelaskan materi di hadapan peserta.

Menurut Fitri, materi pelatihan juga membahas pernikahan sebagai salah satu keputusan hidup yang membutuhkan kesiapan dan perencanaan.

Peserta diajak memahami bahwa pernikahan bukan satu-satunya pilihan setelah menyelesaikan pendidikan, melainkan salah satu keputusan yang perlu dipertimbangkan secara matang bersama berbagai pilihan pendidikan dan pengembangan karier.

Baca Juga:
Globalizing UB Gelar Cakapolitika Town Hall 2026, Tekankan Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik kepada Gen Z

"Peserta juga diperkenalkan pada gagasan bahwa perjalanan pendidikan dan karier tidak selalu berlangsung secara linear. Seseorang dapat bekerja sambil melanjutkan pendidikan, mengikuti magang sebelum memasuki dunia kerja, memperoleh beasiswa, membangun usaha, atau mengembangkan karier profesional secara bertahap," sambungnya.

Diajak Menulis Impian dan Pilihan Masa Depan

Pendekatan tersebut kemudian diterapkan melalui Jurnal Impian & Pilihan (JIP). Melalui aktivitas ini, para siswi diminta menuliskan berbagai hal yang berkaitan dengan keinginan, kemampuan, serta rencana masa depan mereka.

JIP dirancang sebagai ruang refleksi pribadi. Peserta tidak dituntut menemukan jawaban benar atau salah, tetapi didorong untuk mengenali diri sendiri dan membayangkan berbagai kemungkinan yang dapat ditempuh setelah lulus SMK.

Rangkaian kegiatan juga diawali dengan pre-test untuk mengetahui kondisi awal peserta. Setelah seluruh materi dan aktivitas selesai, peserta kembali mengikuti post-test.

Kedua pengukuran tersebut menjadi bagian dari proses penelitian untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Proses pengumpulan data turut melibatkan mahasiswa Universitas Brawijaya yang membantu selama pelaksanaan kegiatan.

Fitri menjelaskan, EMPOW-HER dilatarbelakangi perhatian terhadap masih adanya praktik pernikahan usia anak pada remaja perempuan, termasuk di wilayah pedesaan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks pengembangan program yang mendorong remaja perempuan untuk mengenali lebih banyak pilihan pendidikan, pekerjaan, keterampilan, dan pengembangan diri sebelum mengambil keputusan penting dalam kehidupan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang digunakan dalam kegiatan tersebut, pada 2025 sebanyak 4,56 persen perempuan berusia 20–24 tahun pernah menikah atau hidup bersama sebelum berusia 18 tahun.

"Melalui EMPOW-HER, peserta kami ajak untuk memperluas wawasan mengenai pilihan setelah lulus sekolah sekaligus membangun kesiapan diri untuk mengambil keputusan mengenai pendidikan, pekerjaan, keterampilan, maupun rencana kehidupan lainnya," papar Fitri.

Rangkaian EMPOW-HER kemudian ditutup dengan sesi refleksi mengenai gambaran diri peserta di masa depan.

Salah satu aktivitas mengajak peserta menuliskan satu kalimat tentang perempuan seperti apa yang ingin mereka menjadi. Tulisan tersebut kemudian diberi nama dan tanggal oleh masing-masing peserta sebagai penanda perjalanan refleksi dan harapan mereka terhadap masa depan.

Melalui kegiatan tersebut, EMPOW-HER tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong para siswi untuk lebih mengenal diri, memperluas pilihan, dan mulai merancang langkah yang ingin ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan. (*)