KETIK, JAKARTA – Perayaan Natal di berbagai belahan dunia tidak hanya identik dengan pohon terang dan kado, tetapi juga dengan hidangan khas yang sarat makna budaya. 

Setiap sajian bukan sekadar makanan, melainkan simbol tradisi, sejarah, dan kebersamaan keluarga.

Berikut ini sajian Natal ikonik dari berbagai negara: 

  • Prancis – Bûche de Noël

Kue bolu gulung yang dibentuk menyerupai batang kayu ini berasal dari Prancis. 

Bûche de Noël melambangkan tradisi kuno membakar kayu besar di perapian untuk menghangatkan rumah selama musim dingin.

Baca Juga:
DP3AKB Jabar Dorong Penguatan KB Pascapersalinan Tekan AKI dan Stunting
  • Jerman – Stollen & Weihnachtsgans

Dari Jerman, Stollen adalah roti manis padat berisi buah kering, kacang, dan kismis yang ditaburi gula halus. 

Hidangan utamanya biasanya berupa angsa panggang (Weihnachtsgans) yang disajikan dengan kubis merah dan pangsit kentang.

  • Filipina – Bibingka & Lechon

Natal merupakan perayaan terbesar di Filipina. Bibingka (kue beras berbahan santan) dan Lechon (babi panggang utuh) menjadi simbol kemewahan sekaligus kebersamaan keluarga.

  • Australia – Seafood & Pavlova

Karena Natal jatuh di musim panas, warga Australia kerap merayakannya dengan pesta kebun atau BBQ. 

Baca Juga:
Mendukbangga Wihaji Tekankan Pentingnya Keluarga dalam Menyiapkan SDM Indonesia Emas 2045

Menu favoritnya adalah seafood segar seperti udang dan lobster, ditutup dengan Pavlova, kue meringue lembut bertopping krim dan buah segar.

  • Indonesia (Manado) – Klappertart

Di Manado, Klappertart menjadi sajian Natal yang populer. Kue bercita rasa manis ini terbuat dari kelapa muda, susu, telur, dan mentega, dengan pengaruh kuat dari budaya Belanda.

Dari Eropa hingga Asia Pasifik, hidangan Natal menunjukkan bahwa perayaan ini selalu tentang berbagi dan kebersamaan. 

Setiap suapan menyimpan cerita hangat yang diwariskan lintas generasi.