KETIK, JAKARTA – Nepal berpacu melakukan pencarian terhadap 384 wisatawan yang dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan dengan Tibet.

Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, sedikitnya 19 orang ditemukan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Ratusan wisatawan yang belum diketahui keberadaannya sebagian besar merupakan warga negara asing.

Berdasarkan catatan awal Nepal Tourism Board, sebanyak 291 warga negara asing dan 93 warga negara Nepal dilaporkan hilang dari kawasan terdampak.

"Catatan awal antar-instansi yang diterima dari perusahaan pariwisata dan perjalanan telah mengidentifikasi 384 wisatawan, termasuk 291 warga negara asing dan 93 warga negara Nepal, yang dilaporkan hilang dari area terdampak," demikian pernyataan Nepal Tourism Board.

Baca Juga:
Reklame ‘Musuh Netanyahu’ Dipampang di Tel Aviv Jelang Pemilu Israel

Pihak berwenang kini masih berupaya memverifikasi keberadaan para wisatawan tersebut di tengah operasi pencarian dan penyelamatan yang terus berlangsung.

Juru bicara kepolisian setempat, Abi Narayan Kafle, mengatakan hingga saat ini 19 jenazah telah ditemukan. Namun, kondisi di lapangan membuat upaya penyelamatan masih menghadapi sejumlah kendala.

"Sejauh ini 19 jenazah telah ditemukan. Kami berkoordinasi secara intensif dalam upaya penyelamatan dan bantuan. Banyak anggota kepolisian kami yang juga hilang kontak," kata Abi Narayan Kafle, seperti dilansir AFP, Rabu, 26 Agustus 2026.

Banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di Nepal yang berbatasan dengan Tibet, termasuk Syabrubesi yang menjadi titik awal jalur pendakian Langtang. Kawasan lain yang biasa dilalui peziarah Hindu menuju Kailash Mansarovar juga dilaporkan terdampak.

Baca Juga:
Trump Sesumbar Iran Akan Kolaps Jelang AS Terapkan Sanksi Ekonomi Baru

Banjir yang disertai lumpur itu menyebabkan kerusakan pada ruas jalan, jembatan, hingga proyek pembangkit listrik. Wilayah Syabrubesi dan Timure di Distrik Rasuwa menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak parah.

Otoritas Nepal telah mengerahkan helikopter untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.

Namun, kondisi banjir dilaporkan menyulitkan helikopter untuk melakukan pendaratan di sejumlah lokasi.

Administrator Distrik Rasuwa, Narendra Piyar, mengatakan pihaknya masih belum dapat memastikan jumlah keseluruhan korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan banjir bandang tersebut.

"Ada kemungkinan terjadi banyak korban jiwa atau kerugian properti. Namun, saya belum bisa memastikannya saat ini," kata Narendra Piyar, seperti dilansir Reuters.

Operasi pencarian kini terus dilakukan untuk menemukan ratusan wisatawan yang masih dilaporkan hilang di kawasan pegunungan Nepal.(*)