KETIK, BATU – Maraknya pencurian hasil panen kentang dan wortel di kawasan Dusun Jurang Kuali, Desa Sumberbrantas, Kota Batu, dalam hampir dua pekan terakhir meresahkan para petani.
Merespons itu, para petani meningkatkan penjagaan di lahan dan meminta langkah pencegahan dari pihak berwenang agar aksi serupa tidak terus berulang.
Keresahan para petani tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah warga mengunggah keluhan mengenai maraknya pencurian hasil pertanian di media sosial.
Salah seorang petani Dusun Jurang Kuali, Mustakim, membenarkan adanya aksi pencurian tersebut. Meski lahannya tidak menjadi sasaran, kejadian itu memunculkan rasa khawatir di kalangan petani.
“Yang menjadi korban memang bukan lahan saya, melainkan lahan teman sesama petani. Kejadian ini membuat kami semua waswas karena pencurian terjadi ketika tanaman sudah siap dipanen,” ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurutnya, para petani telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Desa Sumberbrantas. Selain itu, mereka juga meningkatkan pengawasan.
“Untuk mengantisipasi aksi serupa, kami sudah melapor ke Pemerintah Desa Sumberbrantas dan sering melakukan penjagaan pada malam hari karena pelaku diduga menyasar tanaman yang sudah siap dipanen,” katanya.
Ia berharap ada langkah pencegahan dari pihak terkait agar aksi pencurian tidak terus berulang. Dengan demikian, para petani dapat kembali beraktivitas tanpa dihantui kekhawatiran kehilangan hasil panen.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Sumberbrantas, Saniman, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan saat ini sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan.
“Saya sudah menerima informasi tersebut. Saat ini pemerintah desa tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi dan langkah penanganan atas maraknya pencurian kentang di wilayah ini,” ujar Saniman.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama para petani meningkatkan patroli malam di kawasan pertanian dengan melibatkan anggota perlindungan masyarakat (linmas).
“Sekarang masih tahap koordinasi. Setiap malam para hansip melakukan patroli bersama para petani untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” katanya.(*)
