Ekspor Produk Mulai Menggeliat, Pemkot Batu Siapkan Roadmap untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Global

14 Oktober 2026 14:27 14 Okt 2026 14:27

Dafa Wahyu P., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ekspor Produk Mulai Menggeliat, Pemkot Batu Siapkan Roadmap untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Dian Fachroni, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu (Pemkot Batu) berupaya memperkuat daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin banyak yang mampu menembus pasar ekspor.

Meski belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi COVID-19, aktivitas ekspor produk asal Kota Batu dinilai menunjukkan perkembangan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Dian Fachroni, mengatakan Pemkot Batu terus berupaya memulihkan sekaligus mengembangkan aktivitas perdagangan produk lokal ke pasar internasional.

Menurutnya, pergerakan ekspor tahun ini terlihat lebih aktif dan jenis produk yang dipasarkan juga semakin beragam. Namun, pencatatan resmi mengenai nilai ekspor masih perlu dikoordinasikan dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Pasca-COVID-19, kita mulai mencoba untuk pulih lagi meskipun tidak bisa senormal sebelum pandemi. Tapi kasat mata dibanding tahun lalu, tahun ini jauh lebih menggeliat untuk proses produk ekspor kita,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam pengembangan ekspor adalah kebijakan kepabeanan yang memberikan relaksasi bea masuk untuk bahan baku impor yang digunakan dalam proses produksi barang berorientasi ekspor.

Melalui skema tersebut, bahan mentah yang didatangkan dari luar negeri untuk diolah di Indonesia dan kemudian dipasarkan ke luar negeri bisa memperoleh keringanan bea masuk sesuai ketentuan program yang berlaku.

“Jadi misalkan ada barang mentah yang harus diimpor dari luar untuk kemudian diproduksi di Indonesia dan itu untuk tujuan ekspor maka ada relaksasi untuk bea masuknya. Jadi ada program seperti itu yang dilaksanakan oleh Bea Cukai, itu yang kita respon,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkot Batu masih menghadapi tantangan dalam mendorong UMKM yang belum pernah melakukan ekspor agar dapat memasuki pasar internasional. Salah satu kendala utamanya adalah pemenuhan standar produk yang dipersyaratkan untuk kegiatan ekspor.

Dian menyebut, Pemkot Batu berupaya memfasilitasi pelaku UMKM agar mampu memenuhi persyaratan tersebut. Langkah ini diperlukan supaya produk lokal tidak hanya memiliki potensi pasar, tetapi juga memenuhi standar yang dibutuhkan untuk bersaing di luar negeri.

“Standar produk untuk bisa ekspor itu cukup ketat dan kita mencoba untuk memfasilitasi itu menjadi standar barang ekspor. Menstandarisasi kebutuhan ekspor itu perlu juga difasilitasi oleh pemerintah Kota Batu,” ungkapnya.

Ia mengakui, upaya fasilitasi tersebut belum berjalan optimal. Meski demikian, Diskumperindag Kota Batu tengah mengupayakan penyusunan peta jalan atau roadmap untuk meningkatkan kemampuan ekspor UMKM secara bertahap.

“Memang belum optimal, tapi kita mengupayakan ada semacam roadmap untuk ke arah sana untuk meningkatkan ekspornya UMKM Kota Batu,” tambah Dian.

Sebelumnya, salah satu UMKM asal Kota Batu, PT Arjuna Triple Nine, kembali memperluas jangkauan pasarnya ke luar negeri dengan mengirimkan 6.000 kilogram keripik buah dan sayur ke Singapura pada Senin, 12 Oktober 2026.

Pengiriman menggunakan kontainer berukuran 20 feet tersebut memiliki nilai ekspor sebesar Rp370 juta. Capaian ini menjadi ekspor kedua perusahaan setelah sebelumnya mengirimkan produk ke Kanada.(*)

Tombol Google News

Tags:

Produk Ekspor UMKM Kota Batu Diskumperindag Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu