BIKFF 2026 Jadi Magnet Baru Kota Wisata Batu, 200 Film dari 23 Negara Ikut Bersaing

29 April 2026 15:30 29 Apr 2026 15:30

Dafa Wahyu P., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BIKFF 2026 Jadi Magnet Baru Kota Wisata Batu, 200 Film dari 23 Negara Ikut Bersaing

Para peserta Batu International Kids Film Festival (BIKFF) 2026. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu kembali menghadirkan inovasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan meluncurkan Batu International Kids Film Festival (BIKFF) 2026. Festival film anak bertaraf internasional itu resmi dibuka di Museum dan Galeri Kota Batu, Rabu, 29 April 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan festival ini menyasar peserta usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Meski baru pertama kali diselenggarakan, respons peserta dinilai sangat tinggi.

“Antusiasme peserta luar biasa. Ada sekitar 200 karya film yang masuk dari 23 negara, di antaranya Swedia, Republik Ceko, Kazakhstan, serta sejumlah negara Eropa lainnya,” ujarnya.

BIKFF digelar selama tiga hari, mulai 29 April hingga 1 Mei 2026. Sementara malam penganugerahan pemenang dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam di kawasan wisata Selecta.

Menurut Onny, penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif, salah satunya industri perfilman.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan bibit-bibit sineas muda dari Kota Batu yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin anak-anak Batu memiliki ruang untuk berkarya dan termotivasi mengikuti jejak sineas lokal yang sudah membawa nama daerah ke panggung dunia,” katanya.

Ia menambahkan, festival ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Batu mBatu SAE yang menitikberatkan pada kota berkelanjutan, kreatif, unggul, serta ramah bagi generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Festival Director BAIK Film Fest, Lingga Galih Permadi, menjelaskan bahwa BIKFF dirancang sebagai festival ramah anak dan keluarga.

Karena itu, agenda kegiatan tidak hanya berisi pemutaran film, tetapi juga program edukatif dan rekreatif.

“Anak-anak tidak hanya menonton film di studio. Mereka juga bisa mengikuti kelas akting, workshop kreatif, hingga wisata edukasi seperti eksplorasi kebun apel,” jelasnya.

Selama pelaksanaan festival, kegiatan dipusatkan di sejumlah lokasi, termasuk Museum dan Galeri Kota Batu. Sedangkan malam penghargaan akan dilaksanakan di Selecta.

Dalam kompetisi ini, panitia menyiapkan sejumlah kategori penghargaan, antara lain film pendek terbaik, film animasi terbaik, sutradara terbaik, hingga cerita terbaik.

Lingga menyebut jumlah pendaftar mencapai lebih dari 216 karya dari dalam maupun luar negeri. Namun, hanya sekitar 30 film terbaik yang lolos kurasi dan diputar selama festival berlangsung.

Film-film yang terpilih dinilai memiliki nilai edukatif, inspiratif, dan sesuai untuk penonton anak-anak.

BIKFF tahun ini mengangkat tema Nature, Nurture, Future, yang menyoroti pentingnya lingkungan, pola asuh, serta masa depan anak.

“Festival ini lahir karena tontonan anak yang edukatif masih terbatas. Kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang menghibur sekaligus membangun karakter,” ungkap Lingga.

Menurutnya, Kota Batu dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari udara sejuk, kawasan hijau, hingga predikat sebagai Kota Layak Anak dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui festival ini, Pemerintah Kota Batu berharap minat masyarakat terhadap film anak semakin meningkat sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak karya perfilman anak di Indonesia.

Ke depan, BIKFF ditargetkan menjadi agenda tahunan Kota Batu dengan cakupan yang semakin luas di tingkat nasional maupun internasional.

Tombol Google News

Tags:

Festival Film Anak Disparta Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu Bikff 2026 Batu International Kids Film Festival Lingga Galih Permadi Onny Ardianto