KETIK, BATU – Masih banyaknya pengendara yang nekat melintasi Jalur Klemuk mendorong Dinas Perhubungan Kota Batu mengambil langkah tegas. Jalur ekstrem di Kelurahan Songgokerto itu kini kembali ditutup bagi kendaraan roda empat demi keselamatan pengguna jalan.
Penutupan dilakukan dengan pemasangan barrier yang diisi semen, serta pemasangan kamera pemantau di perbatasan Kota Batu-Pujon, pada Selasa, 14 April 2026..
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Batu, Tony Hermasyah, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah standar keselamatan sekaligus mengakhiri penggunaan jalur sebagai akses alternatif darurat.
“Berdasarkan laporan kepolisian, sebelumnya jalur ini difungsikan sementara sebagai alternatif saat terjadi longsor di kawasan Payung. Kini kondisi di jalur utama sudah normal, sehingga barrier beton kembali dipasang,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.
Selain pemasangan pembatas, petugas juga melakukan pengecoran semi permanen di titik penghubung Batu-Pujon. Langkah ini bertujuan agar penghalang tidak mudah dipindahkan, sehingga kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas di jalur tersebut.
Dishub juga mengeluarkan imbauan tegas kepada pengguna sepeda motor, khususnya jenis matic, untuk tidak melewati Jalur Klemuk. Medan jalan yang curam dan panjang dinilai berisiko tinggi, terutama terhadap potensi rem blong.
“Kami mengimbau pengendara, khususnya motor matic, untuk tidak melintasi jalur ini. Kondisinya sangat berbahaya jika dipaksakan,” tegasnya.
Imbauan tersebut didasari catatan kecelakaan yang pernah terjadi di jalur tersebut, termasuk insiden fatal saat libur Idulfitri lalu yang menyebabkan korban jiwa akibat kegagalan fungsi rem. Dalam beberapa tahun terakhir, jalur ini juga kerap menjadi lokasi kecelakaan serupa.
“Untuk sementara jalur ini ditutup. Ke depan, apakah akan ditutup permanen atau dibuka kembali, kami masih menunggu arahan pimpinan,” tambah Tony.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Batu, Aries Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Google agar Jalur Klemuk tidak lagi muncul sebagai rute di layanan Google Maps.
“Pengajuan sudah kami lakukan sekitar dua minggu lalu dan saat ini masih menunggu konfirmasi. Harapannya, pengguna jalan, terutama yang dari luar kota agar tidak lagi diarahkan ke jalur yang berisiko tersebut,” pungkasnya. (*)
