Atasi Kemacetan, Komisi IV DPRD Banyuwangi Dorong ASDP Tambah dan Tingkatkan Kapasitas Dermaga Pelabuhan Ketapang

25 Juni 2026 17:39 25 Jun 2026 17:39

Riski Ari M., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Atasi Kemacetan, Komisi IV DPRD Banyuwangi Dorong ASDP Tambah dan Tingkatkan Kapasitas Dermaga Pelabuhan Ketapang

Komisi IV DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan dan rapat koordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang guna membahas upaya mengatasi kemacetan serta peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang, Kamis, 25 Juni 2026. (Foto: Riski Ari/Ketik.com)

KETIK, BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi mendorong PT ASDP Indonesia Ferry untuk membangun dermaga baru serta meningkatkan kapasitas dermaga movable bridge (MB) yang sudah ada guna memperkuat layanan dan memperlancar arus penyeberangan kapal feri di lintasan Jawa-Bali.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, usai menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan penyeberangan di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, kemacetan yang kerap terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjadi bukti mendesaknya peningkatan kapasitas infrastruktur pelabuhan dan dermaga, bukan karena minimnya jumlah armada kapal.

"DPRD Banyuwangi berharap ada upaya dan langkah cepat dari seluruh stakeholder penyeberangan, khususnya ASDP, untuk mengatasi persoalan kemacetan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang," ujar Patemo kepada sejumlah wartawan.

Dari hasil koordinasi dan diskusi bersama, untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang, ASDP diminta segera berkoordinasi dengan regulator terkait dan pemerintah daerah, termasuk pihak kepolisian, guna menahan sementara pergerakan kendaraan di luar wilayah pelabuhan saat terjadi lonjakan volume kendaraan maupun cuaca buruk.

Selain itu, diperlukan penerapan manajemen rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan dari jalan raya utama menuju jalur alternatif guna mencegah kepadatan parah di depan pelabuhan.

Pengelolaan area penyangga di Terminal Sritanjung dan kawasan Bulusan juga dinilai penting untuk menampung truk logistik sehingga antrean tidak meluber hingga ke jalan nasional.

"Langkah-langkah tersebut harus terus dievaluasi melalui rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan agar kelancaran distribusi logistik dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga," katanya.

Untuk program jangka panjang, PT ASDP Indonesia Ferry diminta segera mengajukan pembangunan dermaga baru serta peningkatan kapasitas dermaga MB agar mampu melayani kendaraan berbobot hingga 50 ton, termasuk truk sumbu tiga.

"Biang terjadinya kemacetan di Pelabuhan Ketapang ini adalah kapasitas dermaga. Bagaimana dermaga ini bisa segera di-upgrade dengan kapasitas yang lebih besar sehingga dapat melayani penyeberangan kendaraan dengan tonase di atas 50 ton dan kendaraan logistik tidak harus mengantre di buffer zone," ujar Patemo.

Selain persoalan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Komisi IV juga mendesak agar operasional kapal Long Distance Ferry (LDF) di Pelabuhan Tanjung Wangi kembali dimaksimalkan.

Saat ini, jumlah kapal yang melayani penyeberangan menuju Lombok melalui Pelabuhan Tanjung Wangi berkurang dari empat kapal menjadi dua kapal.

"Berkurangnya kapal yang beroperasi melalui Pelabuhan Tanjung Wangi menyebabkan distribusi kendaraan logistik terganggu dan memaksa sebagian kendaraan logistik beralih melalui Pelabuhan Ketapang menuju Bali," ucapnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansyah, menyatakan siap menindaklanjuti saran dan masukan dari Komisi IV DPRD Banyuwangi untuk meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang.

"Tadi Komisi IV DPRD Banyuwangi pada prinsipnya mendorong dan mendukung percepatan penambahan dermaga, peningkatan kapasitas dermaga MB, serta pembangunan akses jembatan yang menghubungkan kawasan Bulusan dengan pelabuhan," ujarnya.

Dengan penambahan dan peningkatan kapasitas dermaga tersebut, nantinya pelabuhan diharapkan mampu melayani kendaraan logistik bertonase besar secara lebih optimal sekaligus mempercepat arus distribusi barang antara Pulau Jawa dan Bali.

Selain itu, ASDP juga berencana menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Gilimanuk sebagai penyeimbang kapasitas Pelabuhan Ketapang. Namun, rencana tersebut masih terkendala keterbatasan lahan di Gilimanuk.

Arief Eko Kurniansyah optimistis kemacetan di Pelabuhan Ketapang akan berangsur menyurut. Antrean kendaraan yang sempat mengular hingga Desa Bangsring pada pagi hari kini telah berkurang hingga kawasan Terminal Sritanjung.

Kepadatan tersebut dipicu oleh lonjakan volume kendaraan selama masa libur sekolah serta tingginya mobilitas logistik.

"Semoga sore ini antreannya bisa segera menyusut kembali," pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Asdp Banyuwangi Komisi 4 dprd banyuwangi Patemo Kemacetan Ketapang Antrean Pelabuhan Ketapang