KETIK, BANGKALAN – Suasana berbeda tampak di sepanjang jalan depan Pasar Blega, Kabupaten Bangkalan, saat H. Hairul Anam atau yang akrab disapa Haji Her, pengusaha tembakau asal Pamekasan melintas di kawasan tersebut pada Minggu, 12 April 2026.
Kedatangannya menjadi perhatian warga, terlebih setelah dirinya diketahui baru saja mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi.
Haji Her hadir di KPK dalam kapasitas sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan bea cukai. Usai menjalani proses klarifikasi tersebut, ia kembali ke Madura dan melintasi wilayah Blega.
Tak disangka, kehadirannya justru disambut meriah oleh warga yang telah menunggu sejak pagi. Sejumlah masyarakat tampak memadati pinggir jalan, memberikan sambutan hangat hingga mengelu-elukan namanya saat melintas.
Antusiasme warga ini dinilai sebagai bentuk kedekatan H. Her dengan masyarakat, khususnya di wilayah Madura. Sosoknya yang dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus figur yang kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
“Sudah dari pagi kami menunggu. Ini bentuk dukungan kami,” ujar Siti Amina, Minggu 12 April 2026.
Gerakan massa ini adalah gerakan inisiatif petani, ulama masyarakat dari arus bawah..kegiatan ini lebih kepada dukungan moril dan mendoakan keselamatan H Her.
Ia juga menyampaikan harapan masyarakat, khususnya para petani tembakau, terhadap sosok H. Her yang selama ini dikenal dekat dengan mereka.
“Semoga Haji Her selalu diberi kesehatan, usahanya lancar dan bisa terus membeli hasil panen petani tembakau. Itu harapan kami menjelang musim tanam,” imbuhnya.
Diketahui, Haji Her yang juga dikenal sebagai Bos Bawang Mas (BM) selama ini dianggap sebagai salah satu tokoh penggerak yang peduli terhadap nasib petani, khususnya di Madura. Perannya dalam mendukung sektor pertanian tembakau membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Meski baru saja menjalani klarifikasi di KPK, Haji Her tetap terlihat tenang dan menyapa warga dengan ramah.
Kehadirannya di tengah masyarakat usai menjalani proses hukum tersebut justru memperlihatkan bahwa ia tetap terbuka dan menghormati proses yang sedang berjalan.
Peristiwa ini menjadi gambaran kuat bahwa dukungan masyarakat terhadap Haji Her masih sangat besar, terlepas dari dinamika hukum yang tengah dihadapinya. (*)
