KETIK, BANDUNG – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Bandung 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga dan seni. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., mendorong kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menanamkan kesalehan sosial kepada para santri.
Hal itu disampaikan Yusuf saat menghadiri pembukaan PORSADIN VIII di Gedung Ormas Islam Kabupaten Bandung, Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung.
Menurut Yusuf, pendidikan diniyah tidak cukup hanya membentuk santri yang tekun menjalankan ibadah. Santri juga perlu dibiasakan memahami pentingnya berbagi dan membantu sesama.
Ia menyebut pembiasaan tersebut sebagai ibadah maaliyah, yakni bentuk ibadah melalui harta seperti zakat, infak dan sedekah.
“Ibadah seorang Muslim perlu dibangun secara paripurna. Kesalehan tidak hanya ditunjukkan melalui gerakan badan dan ucapan lisan, tetapi juga melalui kesediaan berbagi rezeki,” kata Yusuf.
Menurut dia, pendidikan tentang ibadah maaliyah tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan besar. Kebiasaan menyisihkan sebagian uang, membantu teman yang membutuhkan dan peduli terhadap fakir miskin dapat dikenalkan sejak dini.
Karena itu, Yusuf mengajak guru diniyah dan orang tua membangun budaya berbagi di lingkungan pendidikan. Gerakan infak santri, kepedulian terhadap teman dan kegiatan sosial dapat menjadi bagian dari pembelajaran tersebut.
“Santri yang hebat bukan hanya santri yang rajin beribadah untuk dirinya sendiri, tetapi juga santri yang kehadirannya dirasakan manfaatnya oleh orang lain,” ujarnya.
Ia mengatakan pendidikan diniyah memiliki peran dalam membentuk generasi yang memahami agama sekaligus mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui PORSADIN VIII, Yusuf berharap para santri tidak hanya mengejar prestasi dalam olahraga dan seni, tetapi juga tumbuh dengan kepercayaan diri, sportivitas, akhlak dan kepedulian sosial.
“Dari madrasah diniyah harus lahir generasi yang saleh secara pribadi sekaligus saleh secara sosial,” katanya.
Yusuf juga menyampaikan apresiasi kepada DPC FKDT Kabupaten Bandung, panitia, guru diniyah, orang tua dan seluruh pihak yang mendukung pendidikan keagamaan bagi generasi muda.
“Salat membentuk kedekatan kepada Allah, sedangkan zakat, infak dan sedekah menghadirkan manfaat bagi sesama. Jika keduanya tumbuh dalam diri para santri, insyaallah akan lahir generasi yang kuat imannya, mulia akhlaknya dan besar manfaatnya bagi umat,” ujarnya.(*)
