Kabupaten Bandung Peringkat Kedua Nasional Penerima Bantuan Bedah Rumah BSPS

19 Oktober 2026 21:25 19 Okt 2026 21:25

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kabupaten Bandung Peringkat Kedua Nasional Penerima Bantuan Bedah Rumah BSPS

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Rakor Percepatan Pelaksanaan Perbaikan RTLH melalui program BSPS di Gedung Moh Toha, Soreang, Senin (19/10/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Kabupaten Bandung menempati posisi kedua secara nasional dalam alokasi bantuan perbaikan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dengan sasaran 3.047 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Capaian ini menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal pelaksanaan program tersebut agar bantuan dari pemerintah pusat tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan warga yang membutuhkan. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Perbaikan RTLH melalui program BSPS di Gedung Moh Toha, Soreang, Senin (19/10/2026).

KDS menyebut alokasi bantuan bagi Kabupaten Bandung merupakan yang terbesar kedua setelah Kabupaten Toba, sementara Jawa Barat menjadi provinsi dengan alokasi tertinggi secara nasional.

“Jawa Barat adalah tertinggi secara nasional dan Kabupaten Bandung kedua setelah Kabupaten Toba,” ujar KDS.

Menurut KDS, besarnya alokasi tersebut harus diimbangi dengan koordinasi dan komitmen seluruh pihak agar pelaksanaan perbaikan rumah berjalan lancar. Pemerintah daerah, kecamatan, dan desa perlu memastikan proses pendataan serta pendampingan penerima manfaat dilakukan secara cermat.

KDS secara khusus meminta kepala desa dan camat turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kondisi rumah dan memastikan ketepatan data penerima. Ia juga menyoroti penanganan rumah yang berdiri di atas lahan milik PTPN, yang memerlukan perhatian tersendiri agar pelaksanaan program tidak terkendala.

“Kepala desa harus wajib turun ke lapangan untuk memastikan kelancaran program ini,” tegasnya.

Selain validasi data melalui aplikasi, KDS menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah desa, kecamatan, satuan kerja, dan masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman selama proses perbaikan rumah berlangsung.

KDS juga mengingatkan kepala desa untuk aktif mendampingi warga penerima bantuan serta memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia berharap alokasi bantuan bedah rumah bagi Kabupaten Bandung dapat meningkat pada tahun mendatang sehingga semakin banyak warga bisa menempati hunian yang layak.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih ditingkatkan lagi jumlah bantuannya,” harap KDS.(*)

Tombol Google News

Tags:

BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA kds rumah Bedah rumah BSPS Rutilahu