KETIK, LOMBOK TENGAH – Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti membuka dua stan di pertandingan balapan MotoGP Mandalika 2026. Stan kuliner Nusantara ini buka mulai tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026 di kawasan Paddock Cafe MotoGP dan Granstand A 24 - 25.

MotoGP Mandalika telah rutin diselenggarakan sejak tahun 2022. Balapan ini menghadirkan banyak pembalap motor dari berbagai negara. Uniknya, di tahun ini, terdapat stan kuliner tradisional yang menjadi sorotan banyak orang hingga para atlet internasional. 

SSB Hj. Hesti hadir dengan dua stan di MotoGP Mandalika 2026. Soto Boyolali yang telah mendunia ini tentunya menjadi warna kuliner baru bagi para atlet internasional.

Selain menjadi tempat untuk mengisi perut, SSB Hj. Hesti juga menjadi wadah untuk memperkenalkan cita rasa kuliner Nusantara kepada atlet internasional beserta timnya.

Hj Hesti, Owner SSB Hj. Hesti foto bersama Pembalap Moto3 GP Veda Ega Pratama. (Foto: Dok. Ketik.com)

Baca Juga:
All Out! Ketik.com Hadir di Tiga Sektor Sirkuit Mandalika Sekaligus Liputan MotoGP 2026

Tak hanya SSB Hj. Hesti, beberapa kuliner tradisional juga turut hadir membuka stan. Tentunya ini menjadi ruang bagi masyarakat Indonesia untuk memperkenalkan kuliner Nusantara kepada tamu-tamu internasional. 

Kehadiran stan kuliner Nusantara ini juga memberikan tempat bagi penonton domestik yang ingin menyantap berbagai sajian tradisional di sirkuit Mandalika. 

Salah satu penonton balapan MotoGP Mandalika 2026, Mujiono, mengungkapkan bahwa ia bersyukur bisa menonton ajang balapan ini secara langsung. Meski demikian, ia masih tetap bisa menyantap makanan khas Indonesia salah satunya Spesial Soto Boyolali (SSB).

"Alhamdulillah, meski di sini banyak orang-orang luar negeri tapi masih banyak stan kuliner Nusantara, saya jadi bisa menyantap berbagai sajian tradisional, salah satunya Soto Boyolali ini," ujarnya.

Baca Juga:
Jadi Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika, Maximo Quiles: Terima Kasih Indonesia

Dengan kehadiran SSB Hj. Hesti dan beberapa stand kuliner tradisional lainnya, tentunya kekayaan budaya Indonesia dalam bentuk sajian akan lebih dikenal oleh para turis asing.(*)