KETIK, MALANG – Warunge Emmak menjadi salah satu tempat makan yang banyak dikunjungi mahasiswa di Kota Malang. Warung makan yang berada di kawasan Dinoyo ini dikenal dengan sajian masakan bercita rasa pedas dan asin. Karakter rasa tersebut membuat warung tersebut menjadi pilihan banyak mahasiswa, terutama mahasiswa asal Madura.

Pemilik Warunge Emmak, Suryati, mengatakan sejak awal ia mempertahankan cita rasa masakan yang sederhana tanpa dominasi rasa manis. Menurutnya, racikan pedas dan asin menjadi ciri khas yang membedakan masakannya dengan warung makan lain.

"Masakan sederhana aja. Yang penting enggak manis. Resepnya pedes asin, makanya kan beda," ujarnya, Selasa, 16 Juli 2026.

Walaupun banyak yang mengira masakannya merupakan masakan khas Madura, Suryati mengaku dirinya berasal dari Malang Selatan. Namun, ia sengaja mempertahankan karakter rasa tersebut karena sesuai dengan selera sebagian besar pelanggannya.

"Saya aslinya Malang Selatan, memang mayoritas di sana adalah suku madura," katanya.

Baca Juga:
Mengenal Warung Nasi Jagung Emmak Dinoyo, Kuliner Legendaris Langganan Mahasiswa UIN Malang

Suryati menuturkan pelanggannya kini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang (Unisma), hingga masyarakat sekitar. Namun, ia mengakui mahasiswa asal Madura menjadi pelanggan yang paling banyak datang ke warungnya.

"Kalau sekarang ya campur. Dari Unisma juga ada. Tapi yang banyak anak-anak Madura," tuturnya.

Menurut Suryati, banyaknya mahasiswa Madura yang menjadi pelanggan tidak lepas dari cita rasa masakannya yang dinilai sesuai dengan selera mereka.

"Masakannya cocok pedes asin itu kan masakan Madura. Kalau yang Jawa-Jawa pendalaman kan agak manis," jelasnya.

Selain itu, Warunge Emmak pada mulanya dikenal dengan nama Warung Bu Jagung. Nama tersebut diberikan mahasiswa karena pada saat itu warung Suryati adalah satu-satunya penjual nasi jagung di kawasan itu.

Seiring perpindahan lokasi ke Jalan Simpang Gajayana pada 2017, nama warung berubah menjadi Warunge Emmak. Nama baru ini muncul dari kebiasaan para pelanggan yang akrab memanggilnya dengan sebutan "Emmak". (*)