KETIK, BATU – Wali Kota Batu Nurochman melepas peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan mengikuti agenda di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Pelepasan tersebut berlangsung di Masjid Sultan Agung, Kota Batu, pada Kamis, 27 Agustus 2026, disertai doa agar seluruh peserta mendapat keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke Kota Batu.
Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur, mengatakan pelaksanaan Muktamar NU tahun ini menjadi momentum yang cukup berat bagi berbagai pihak.
Karena itu, ia mengajak peserta maupun masyarakat untuk memberikan dukungan kepada mereka yang mendapat kesempatan mengikuti agenda tersebut.
Ia juga meminta masyarakat yang belum berkesempatan mengikuti Muktamar NU agar tidak berkecil hati. Dukungan terhadap pelaksanaan muktamar, menurutnya, dapat diberikan melalui doa untuk para peserta yang berangkat dari Kota Batu.
Baca Juga:
BAZNAS Jatim Gandeng UMKM Sediakan Ribuan Makanan Gratis di Muktamar Ke-35 NU di Jombang“Mari bersama-sama kita doakan saudara-saudara kita yang berangkat, semoga diberikan keselamatan dalam perjalanan, dilindungi sampai tujuan, dan kembali ke Kota Batu dengan selamat,” ujarnya.
Cak Nur berharap seluruh peserta yang mengikuti Muktamar NU dapat menjalankan tugas yang diemban dengan baik. Ia juga menitipkan harapan agar semangat kebersamaan dan persatuan tetap dibawa selama mengikuti seluruh rangkaian muktamar.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa semangat kebersamaan dan persatuan dalam mengikuti Muktamar NU,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu telah melakukan sejumlah persiapan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Baca Juga:
Atasi Masalah Sampah Wisata, Pemkot Batu Perkuat Sistem Kelola Terpadu Melalui LSDP“Jelang Muktamar kami menggelar istigasah, Doa Hizib Nashor, rapat pengurus, pasang bendera dan juga sewa rumah di Jombang,” ungkap Takim, Ketua PCNU Kota Batu.
Selain memastikan kesiapan mengikuti agenda muktamar, PCNU Kota Batu juga menyampaikan harapan terhadap sosok yang nantinya terpilih memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Takim berharap, sosok pemimpin PBNU tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, tetapi juga mampu mengayomi umat dan menjalankan tanggung jawab organisasi.
“Harapan kami pemimpin yang terpilih merupakan tokoh yang alim, amanah, mengayomi umat, menjalankan program organisasi dan fungsi ulama serta kritis dalam berpikir,” pungkasnya. (*)