KETIK, BREBES – Wakil Ketua DPRD Brebes dari Fraksi Partai Gerindra, Heru Irawanto, menunjukkan komitmen dan semangat tinggi dalam mengikis stigma kuno sektor pertanian di mata generasi muda.

Melalui inisiasi pembangunan fasilitas green house modern, legislator ini bergerak nyata merangkul kaum milenial agar tidak canggung untuk terjun menjadi petani milenial.

Langkah ini dirancang bukan sekadar hobi, melainkan sebagai sarana edukasi gratis sekaligus pembuktian bahwa bertani merupakan jalur karier yang terhormat, keren, dan bernilai ekonomi tinggi.

Semangat Heru bukan sekadar retorika. Ia membuktikannya langsung di atas lahan miliknya dengan sukses membudidayakan sayuran organik serta buah-buahan impor premium seperti melon, alpukat Vietnam, sawo, mangga, jeruk, dan anggur Brasil.

Menurutnya, karakteristik tanaman premium ini sebenarnya mudah dirawat di dataran rendah asalkan ada manajemen air yang konsisten.

Dari sisi bisnis, Heru memaparkan margin keuntungan pertanian modern sangat menggiurkan. Sebagai contoh, budidaya buah melon hanya membutuhkan waktu 70 hari (2,5 bulan) hingga panen.

Dengan modal perawatan sekitar Rp15.000 per batang, produknya mampu menembus harga jual pasar hingga Rp35.000 per kilogram.

Untuk menularkan semangat ini, Heru Irawanto ketika berbincang dengan Ketik.com, membuka pintu green house-nya lebar-lebar sebagai pusat praktik kerja bagi masyarakat lokal dan generasi muda. Ia menegaskan kesiapannya untuk mendampingi para pemuda dari nol.

"Kami siap memberikan edukasi, pelatihan langsung di lahan, bahkan stimulan berupa modal awal bagi kaum milenial yang punya tekad kuat untuk mandiri di sektor pertanian," ujar Heru, Sabtu 30 Mei 2026.

Selain bernilai bisnis, produk sayuran rendah pestisida ini juga rencananya diposisikan sebagai pasokan sehat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gerakan adaptif yang diinisiasi oleh anggota dewan ini diacungi jempol Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, Bupati Btrbes, Paramutha Widyakusuma saat meninjau langsung panen perdana pada Rabu, 27 Mei 2026.

Didampingi Sekda Tahroni dan Ketua TP-PKK Ahmad Saeful Ansori, Bupati mengagumi hasil panen buah yang berestetika tinggi dan berasa manis tersebut.

"Ini sebuah inovasi luar biasa yang membuktikan Brebes bisa maju di luar komoditas utama. Rasa buahnya manis, bentuknya cantik, dan bernilai jual tinggi. Semangat seperti ini yang harus menular ke generasi muda kita agar sektor pertanian kita terus beregenerasi," puji Bupati Paramitha.

Selain untuk bisnis komersial, produksi sayur berkonsep rendah pestisida dari tempat ini juga diproyeksikan untuk menyokong kebutuhan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Brebes, memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang lebih sehat dan higienis.(*)

Baca Juga:
Tuntaskan Masalah Sanitasi, Ketum AKKOPSI Dadang Supriatna Sampaikan 4 Rekomendasi di Deklarasi Sorong

Baca Juga:
Geram Gegara Lambatnya Respons BGN Pacitan Koordinasi MBG, DPRD Sebut: Ini Penghinaan!