KETIK, SURABAYA – Dai nasional Ustaz Das’ad Latif menyampaikan kesannya terhadap Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) saat singgah untuk melaksanakan salat Jumat pada 25 September 2026.

“Alhamdulillah, saya sudah sering ke Surabaya, tapi baru kali ini salat di sini. Kesan pertama, masjid ini menggoda. Masjid ini masyaallah,” katanya setelah melaksanakan salat Jumat di MAS.

Kesan tersebut disampaikan Das’ad Latif setelah melihat suasana masjid yang sejuk dengan angin sepoi-sepoi, didukung teknologi LCD yang menayangkan khotbah, serta imam dan khatib yang dinilainya baik. Ia juga mengapresiasi jemaah yang tertib dan rapi.

“Inilah masjid yang menjadi harapan masyarakat, apalagi juga ada lembaga pendidikan, ada universitasnya. Ada juga kajian setiap Magrib, masyaallah,” katanya.

Ia berharap masjid lain juga dapat menghadirkan fasilitas dan kegiatan seperti MAS. Menurutnya, pengelolaan masjid dengan fasilitas yang besar juga membutuhkan dukungan dana dari umat untuk menunjang operasional.

Baca Juga:
Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani Hadir di Masjid Al Akbar Surabaya

“Jangan ngasih sumbangan seribu untuk masuk surga,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, Kepala Urusan Wisata Religi MAS, Anas Choiri, mengungkapkan kesan serupa juga kerap disampaikan wisatawan asing saat dirinya mendampingi mereka berkeliling ruang utama MAS dan Menara 99 Meter.

“Masjid nasional nomor dua setelah Masjid Istiqlal di Jakarta ini sering dikunjungi ratusan wisatawan asing setiap bulan. Bahkan, saat musim liburan di luar negeri, jumlahnya bisa di atas 500 wisatawan yang berkunjung ke sini,” kata Anas Choiri.

Ia menambahkan, apresiasi dari masyarakat mancanegara tersebut turut menguatkan kesan tentang Islam Indonesia yang toleran.

Baca Juga:
Catat dan Ikuti! Ini Program dan Kegiatan di Masjid Al-Akbar Surabaya Selama Ramadan 1447 H

“Ada wisman yang tanya sejarah masjid ini, tapi ada juga yang tanya ajaran Islam sesuai logika. Orang asing juga serba rasio itu,” katanya. (*)