KETIK, JAKARTA – Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Hingga Senin, 14 September 2026, pukul 10.36 WIB, sebanyak 114 korban berhasil ditemukan, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Dari total korban yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 6 orang dilaporkan meninggal dunia.

Guna mempercepat proses penemuan para korban yang masih hilang, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengubah strategi penyisiran dari yang sebelumnya terbagi dalam delapan sektor menjadi lebih fokus pada enam sektor utama.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menegaskan bahwa, untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang, Basarnas mengubah strategi penyisiran dari yang sebelumnya terbagi dalam delapan sektor menjadi lebih fokus pada enam sektor utama.

"Kami terus mengoptimalkan seluruh kekuatan dan aset SAR yang ada. Fokus utama kami adalah menemukan dan menyelamatkan korban yang masih dalam pencarian, dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel yang melaksanakan operasi," ujar Syafii.

Baca Juga:
Kisah Mifta, Kernet Truk yang Jadi Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Keluarga Berharap Ada Keajaiban

Operasi penyisiran skala besar ini melibatkan 655 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, instansi pemerintah, relawan, hingga potensi SAR masyarakat.

Sejumlah armada laut telah disiagakan dan beroperasi di lokasi kejadian, antara lain KN SAR Laksmana 241, KRI NAL-363, KRI PFN-731, KRI Canopus-936, serta KAL Kumai.

"Pemantauan dan pencarian dari udara juga terus diperkuat dengan dukungan helikopter dan pesawat milik TNI, Polri, serta BNPB," katanya.

Ia menyebut, pencarian akan terus dipacu secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada demi menemukan 129 korban yang belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga:
Basarnas Ungkap Kendala Evakuasi Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Cuaca Buruk dan Ombak Tinggi

"Masih ada 129 korban yang belum ditemukan," pungkasnya. (*)