KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) telah mengukuhkan 3 Guru Besar baru di lingkup keilmuan yang berbeda. Penambahan Guru Besar tersebut sebagai upaya untuk mendongkrak riset dan publikasi internasional. 

Ketiga Guru Besar yang dikukuhkan adalah Prof Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati di bidang Fisiologi Tumbuhan, Prof Dr Dwi Susilowati di bidang Pengembangan Masyarakat Agribisnis, dan Prof Dr Apt Yudi Purnomo bidang Biomedik Farmasi. 

Rektor Unisma, Prof Junaidi menjelaskan penambahan Guru Besar ini menjadi kekuatan untuk mengembangkan kualitas akademik dan pengabdian masyarakat. 

"Ketiga guru besar yang kita kukuhkan ini mendapatkan kepercayaan dari pemerintah. Untuk Prof Istirochah itu per 1 April 2025, sedangkan Prof Yudi dan Prof Tri itu per 1 Desember 2025, baru kita kukuhkan," ujarnya, Sabtu 9 Mei 2026.

Prof Junaidi menjelaskan pengukuhan tersebut juga menandakan lahirnya Guru Besar ke-25, 26, dan 27 dari rahim Unisma. Pasalnya banyak pensiunan guru besar dari kampus negeri yang masuk ke kampus swasta, salah satunya Unisma. 

Baca Juga:
Trisula Dalberto, Gabi, dan Joel Moncer, Arema FC Lumat PSM Makassar

"Nah, 27 guru besar yang kita lahirkan itu yang memang meniti karier sejak awal di Unisma," lanjutnya. 

Hingga akhir masa kepemimpinan Prof Junaidi yang tersisa sekitar 2 tahun lagi, ditargetkan jumlah guru besar dapat mencapai 10 persen dati total dosen yang ada. Saat ini Unisma memiliki sekitr 370 dosen, sehingga ditargetkan terdapat 37 guru besar hingga akhir masa jabatannya. 

"Kita masih ada dua tahun ke depan, insyaallah bisa kita selesaikan. Kita punya 40 dosen yang sekarang ada pada jabatan Lektor Kepala. Nah, ini siap untuk kita dorong segera ke Guru Besar," tegasnya.

Selama ini Unisma banyak memberikan dukungan terhadap dosen agar dapat meraih gelar akademis tertinggi itu, salah satunya insentif publikasi karya ilmiah. Bahkan pendampingan juga diberikan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). 

Baca Juga:
Cegah Peredaran Narkoba, Lapas Perempuan Malang Gelar Tes Urine Dadakan

"Jadi di LPPM kami punya juga bagian yang bertugas untuk mendampingi para dosen yang berjabatan Lektor Kepala untuk melakukan publikasi di jurnal internasional sehingga bisa segera ke Guru Besar," pungkasnya. 

Cek typo, eyd, dan kapital

Universitas Islam Malang telah mengukuhkan tiga guru besar baru di lingkup keilmuan yang berbeda. Penambahan guru besar tersebut menjadi upaya untuk mendongkrak riset dan publikasi internasional.

Ketiga guru besar yang dikukuhkan ialah Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati di bidang Fisiologi Tumbuhan, Prof. Dr. Dwi Susilowati di bidang Pengembangan Masyarakat Agribisnis, dan Prof. Dr. Apt. Yudi Purnomo di bidang Biomedik Farmasi.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menjelaskan penambahan guru besar ini menjadi kekuatan untuk mengembangkan kualitas akademik dan pengabdian masyarakat.

"Ketiga guru besar yang kita kukuhkan ini mendapatkan kepercayaan dari pemerintah. Untuk Prof. Istirochah itu per 1 April 2025, sedangkan Prof. Yudi dan Prof. Tri itu per 1 Desember 2025, baru kita kukuhkan," ujarnya, Sabtu, 9 Mei 2026.

Prof. Junaidi menjelaskan pengukuhan tersebut juga menandakan lahirnya guru besar ke-25, ke-26, dan ke-27 dari rahim Unisma. Pasalnya, banyak pensiunan guru besar dari kampus negeri yang masuk ke kampus swasta, salah satunya Unisma.

"Nah, 27 guru besar yang kita lahirkan itu memang meniti karier sejak awal di Unisma," lanjutnya.

Hingga akhir masa kepemimpinan Prof. Junaidi yang tersisa sekitar dua tahun lagi, ditargetkan jumlah guru besar dapat mencapai 10 persen dari total dosen yang ada. Saat ini Unisma memiliki sekitar 370 dosen, sehingga ditargetkan terdapat 37 guru besar hingga akhir masa jabatannya.

"Kita masih ada dua tahun ke depan, insyaallah bisa kita selesaikan. Kita punya 40 dosen yang sekarang ada pada jabatan lektor kepala. Nah, ini siap untuk kita dorong segera ke guru besar," tegasnya.

Selama ini Unisma banyak memberikan dukungan terhadap dosen agar dapat meraih gelar akademis tertinggi itu, salah satunya melalui insentif publikasi karya ilmiah. Bahkan, pendampingan juga diberikan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

"Jadi di LPPM kami punya juga bagian yang bertugas untuk mendampingi para dosen yang berjabatan lektor kepala untuk melakukan publikasi di jurnal internasional sehingga bisa segera ke guru besar," pungkasnya.