KETIK, SURABAYA – Komoditas perikanan Indonesia terus menunjukkan taringnya di kancah internasional. Salah satu produk yang kini bertransformasi menjadi primadona baru ekspor adalah ikan nila, atau yang di pasar global lebih populer dengan sebutan tilapia. Tidak tanggung-tanggung, produk budidaya air tawar asal tanah air ini telah sukses menembus pasar premium di Amerika Serikat (AS) hingga benua Eropa.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat adanya lonjakan permintaan yang signifikan dari pasar global terhadap ikan nila. Keberhasilan ini tidak lepas dari reputasi komoditas tersebut yang dinilai memiliki kualitas tinggi serta daya saing yang kuat di pasar internasional.
Dijuluki "Chicken of the Sea"
Popularitas ikan nila di luar negeri didorong oleh karakteristik dagingnya yang unik. Di pasar global, ikan nila kerap dijuluki sebagai "chicken of the sea" atau ayam dari laut. Julukan ini disematkan karena ikan nila memiliki rasa yang cenderung ringan (mild flavor) dan tekstur yang mudah diolah menjadi berbagai macam hidangan, sangat mirip dengan fleksibilitas daging ayam.
Dari sisi nutrisi, ikan nila menawarkan kandungan gizi yang sangat tinggi. Setiap 100 gram sajian ikan nila mengandung sekitar 20 hingga 29 gram protein. Selain kaya akan protein, ikan ini juga rendah lemak jenuh serta dilengkapi dengan kandungan asam lemak esensial seperti Omega-3, 6, dan 9, vitamin B12, serta berbagai mineral yang berdampak baik untuk kesehatan tubuh.
Baca Juga:
Menjaga Nafas Hutan, Cerita di Balik Penemuan 10 Anggrek Rekaman Baru IndonesiaUntuk merespons tingginya permintaan dunia, pemerintah Indonesia melalui KKP terus memacu produktivitas di sektor hulu. Langkah strategis yang dilakukan antara lain adalah pengembangan kawasan Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) di Karawang, Jawa Barat, serta program revitalisasi kawasan tambak di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa.
“Dua program itu untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional sekaligus memastikan seluruh proses budidaya memenuhi standar internasional yang berlaku,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Wisnu Sakti Trenggono dikutip dari siaran resmi di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Langkah ini terbukti membuahkan hasil manis. Produk ikan nila asal Indonesia tidak hanya sekedar masuk ke pasar luar negeri, melainkan berhasil menembus jaringan pasar premium. Salah satu contoh keberhasilan nyata ditunjukkan oleh produsen lokal seperti Regal Springs Indonesia yang sukses memasok produknya ke Greene King, salah satu jaringan pub dan restoran terkemuka di Inggris.
Ikan nila asal Indonesia dinilai mampu bersaing ketat dengan spesies whitefish (ikan berdaging putih) global yang sudah lebih dulu mapan, seperti ikan kod (cod) dan ikan trout. Tingkat keluhan konsumen yang sangat rendah ditambah harga jual yang kompetitif membuat nila Indonesia kian diburu oleh pelaku industri kuliner dunia.
Baca Juga:
LHKPN: Harta Presiden Prabowo Tembus Rp2 T, Punya 10 Tanah dan 8 KendaraanSatu hal yang paling membanggakan dari performa ekspor komoditas ini adalah rekam jejaknya yang bersih. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, ikan nila komoditas Indonesia berhasil mencatatkan status zero atau nol penolakan di negara tujuan ekspor.
Kunci utama dibalik tingginya kepercayaan pasar internasional ini adalah kepatuhan para produsen terhadap standar sertifikasi kelayakan yang sangat ketat. Produk ekspor Indonesia telah dipastikan mengantongi berbagai sertifikasi internasional, di antaranya:
GMP-SSOP (Good Manufacturing Practices & Sanitation Standard Operating Procedures), HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), Health Certificate (Sertifikat Kesehatan), ISO 22000, SQF (Safe Quality Food), BAP (Best Aquaculture Practices), ASC (Aquaculture Stewardship Council), BRC (British Retail Consortium)
Melalui integrasi standar mutu yang ketat dari hulu hingga hilir serta pemanfaatan potensi geografis Indonesia, ikan nila membuktikan diri bahwa komoditas perikanan air tawar lokal memiliki kelas dan kualitas yang setara dengan produk pangan premium dunia.(*)