KETIK, SERANG – Sosok Prof. Dr. Suwaib Amiruddin kini menjadi perhatian publik setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Gerakan Pramuka Banten, April 2026 lalu.

Akademisi yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Banten itu dinilai membawa harapan baru bagi penguatan gerakan kepanduan di Provinsi Banten. 

Selain dikenal sebagai pimpinan perguruan tinggi, Suwaib juga merupakan Guru Besar di bidang Sosiologi yang aktif mendorong penguatan pendidikan karakter dan pembangunan sosial kemasyarakatan.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade aktif di dunia kepramukaan, Suwaib dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong pendidikan karakter, kepemimpinan generasi muda, hingga inovasi sosial berbasis masyarakat.

Lahir di Jeneponto, Sulawesi Selatan, Suwaib meniti karier akademik hingga dipercaya memimpin salah satu perguruan tinggi di Banten. 

Baca Juga:
Suwaib Amiruddin: Pramuka Siap Kawal Pendidikan Berkarakter di Banten

Di lingkungan pendidikan, ia dikenal sebagai sosok yang menaruh perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Komitmennya terhadap pembinaan generasi muda juga tercermin dalam kiprahnya di Gerakan Pramuka. 

Baginya, Pramuka bukan sekadar organisasi kepanduan, melainkan wadah strategis untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan anak muda di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Dalam kepemimpinannya di Kwarda Banten, Suwaib membawa sejumlah gagasan inovatif. Salah satunya adalah program pengolahan sampah pasar menjadi pupuk organik yang mampu menjadi gerakan edukasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:
SPMB SD Kabupaten Lebak 2026 Dibuka Juni, Jalur Domisili Jadi Prioritas

Selain itu, ia juga menaruh perhatian terhadap isu ketahanan pangan. 

Menurutnya, Gerakan Pramuka harus mampu hadir dan bersinergi dengan program pemerintah dalam menciptakan kemandirian pangan berbasis komunitas.

“Pramuka harus menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Kita ingin Gerakan Pramuka hadir tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya dalam salah satu kesempatan.

Di internal organisasi, Suwaib menekankan pentingnya nilai kekeluargaan sebagai fondasi utama membangun soliditas Gerakan Pramuka Banten. 

Ia meyakini semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam memperkuat organisasi dan menjaga kesinambungan pembinaan generasi muda.

Gaya kepemimpinannya yang komunikatif dan dekat dengan anggota muda juga menjadi ciri khas tersendiri. 

Dalam berbagai kegiatan kepramukaan, ia kerap terlihat menyapa langsung peserta dan berdialog dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Banten.

Kehadiran Suwaib Amiruddin di pucuk kepemimpinan Kwarda Banten mampu membawa energi baru bagi pengembangan Gerakan Pramuka di daerah tersebut. 

Dengan perpaduan pengalaman akademik, organisasi, dan kepedulian sosial, ia diyakini dapat memperkuat peran Pramuka sebagai garda pembinaan karakter generasi muda di Provinsi Banten.(*)