KETIK, TANGERANG SELATAN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk memperkuat peningkatan kompetensi wartawan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang menjadi dasar penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sekaligus pengembangan kerja sama di bidang pendidikan.

Penandatanganan MoA berlangsung di Aula Lantai 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ, Jalan KH Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (31/7/2026). Dalam kesempatan itu, DPP SWI diwakili Sekretaris Jenderal SWI Herry Budiman, sedangkan UMJ diwakili Dekan FISIP UMJ Prof. Dr. Evi Satispi, S.P., M.Si.

Prosesi penandatanganan turut disaksikan Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UMJ Dr. Tria Patrianti, S.Sos., M.I.Kom., Manajer Administrasi dan Keuangan LUKW UMJ Muhammad Iqbal, Kepala Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPP SWI Riki, Wakil Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan SDM Johan, serta Kepala Divisi Media Massa DPD SWI Kota Depok Aldimas.

Direktur LUKW UMJ Dr. Tria Patrianti menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada penyelenggaraan UKW. Menurutnya, MoA juga menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi kelembagaan melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Bukan hanya UKW, MoA ini juga untuk meningkatkan hubungan kerja sama kelembagaan dalam implementasi kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas)," kata Tria Patrianti.

Baca Juga:
Wartawan RRI Diana Dinar Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PWI Situbondo 2026–2029

Setelah penandatanganan berlangsung, Dekan FISIP UMJ Prof. Dr. Evi Satispi menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia berharap kemitraan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Menurut Evi, peningkatan kompetensi wartawan tidak seharusnya berhenti pada kepemilikan sertifikat UKW. Ia mendorong insan pers untuk terus meningkatkan kapasitas akademiknya melalui pendidikan tinggi.

"Kami di UMJ membuka peluang bagi para wartawan yang belum menyelesaikan S1 dan S2, untuk mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)," paparnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal SWI Herry Budiman menilai penandatanganan MoA tersebut merupakan komitmen nyata organisasi dalam meningkatkan kualitas anggotanya melalui berbagai program pengembangan kompetensi.

Baca Juga:
SWI Green Impact, Gerakan Sosial Kolaboratif Ubah Narasi Podium ke Aksi Nyata

"Ini menjadi bukti nyata, bahwa SWI benar-benar memperhatikan dan memperjuangkan pengembangan kompetensi para anggota," cetusnya.

Herry mengungkapkan, SWI menargetkan sebanyak 60 wartawan mengikuti UKW bekerja sama dengan UMJ sepanjang 2026. Peserta berasal dari berbagai wilayah, meliputi Sumatera, Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

"Targetnya tahun 2026, 60 orang wartawan ikut UKW SWI, tapi tidak menutup kemungkinan bertambah seiring kebutuhan jumlah pesertanya," jelas Herry.

Selain program UKW, Herry juga mengajak seluruh anggota SWI memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diselenggarakan UMJ.

"Saya mengajak teman-teman anggota SWI mengikuti RPL Study S1 dan S2. ini kesempatan yang baik lho. UMJ minggu mengundang SWI untuk zoom meeting bagi calon mahasiswa dari SWI. Mohon diagendakan pak Johan ya," pintanya.

Lebih lanjut, Herry menjelaskan bahwa mekanisme teknis pelaksanaan UKW maupun Program RPL akan diatur lebih rinci dalam Implementation Agreement (IA) yang akan disusun menjelang implementasi program.

"Tadi kan kita sudah diskusi dengan bu Dekan dan Direktur LUKW dan Kaprodi Magister. Nanti akan dituangkan dalam Implementation Agreement (IA) jelang pelaksanaan. Yang ini (IA-red) cukup pak Kabid saja yang tandatangani," pungkasnya. (*)