KETIK, JAKARTA – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyoroti masih rendahnya penghasilan sebagian masyarakat Indonesia.
Berdasarkan survei nasional terbaru Voxpol Center, sebanyak 19,7 persen masyarakat Indonesia tercatat memiliki penghasilan di bawah Rp700 ribu per bulan.
“Ini cukup miris,” kata Pangi saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Selain itu, sebanyak 22,3 persen masyarakat Indonesia memiliki penghasilan di atas Rp700 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Sementara itu, masyarakat dengan penghasilan di atas Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan mencapai 16,3 persen.
Jika ketiga kelompok tersebut digabungkan, sebanyak 54 persen masyarakat Indonesia memiliki penghasilan hingga Rp1,5 juta per bulan, dengan mayoritas berada pada rentang Rp700 ribu hingga Rp1,5 juta.
Baca Juga:
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, IKA BEMNUS Sampaikan 10 Rekomendasi StrategisTemuan tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi ekonomi masyarakat dalam survei nasional bertajuk Evaluasi Dua Tahun Kinerja Pemerintah yang dilakukan Voxpol Center.
Survei dilaksanakan pada 3–12 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Voxpol Center menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen. Komposisi responden terdiri dari 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.
Berdasarkan kelompok usia, responden didominasi generasi milenial sebesar 36,1 persen, disusul Generasi X sebanyak 34,3 persen. Sementara itu, Generasi Baby Boomer mencapai 16,6 persen dan Generasi Z sebesar 13 persen.
Baca Juga:
Doa Bersama Peringati 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Sekda Kabupaten Malang Sampaikan Pesan Inspiratif untuk Masa Depan IndonesiaHasil survei ini memberikan gambaran mengenai kondisi penghasilan masyarakat yang menjadi salah satu aspek penting dalam mengevaluasi kinerja pemerintah selama dua tahun terakhir. (*)