KETIK, SIDOARJO – Nama Soto G'Enak menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner di Krian, Sidoarjo. Berbeda dari nama warung pada umumnya, penamaan ini sekilas terdengar seperti menyebut sotonya tidak enak. Namun, strategi tersebut justru memicu rasa penasaran dan membuat warung ini selalu ramai dikunjungi pelanggan.
Pemilik Soto G'Enak adalah Dedy Karuniawan. Menurut putranya, Muhammad Denis Alviano, usaha kuliner ini berdiri sejak 2019 dan kini telah berkembang hingga memiliki dua cabang.
Denis menjelaskan penamaan itu berkaitan erat dengan slogan yang menjadi ciri khas usaha mereka.
“Nek G'Tuku, Nek G'Nyoba, Nek G'Mampir,” ujar Muhammad Denis Alviano.
Menurut Denis, konsep nama ini memang dirancang untuk memancing rasa penasaran publik agar tergerak untuk datang dan membuktikan sendiri kulinernya.
Baca Juga:
Viral di Lambung Turah, Seblak Teteh Ais Pandaan Pasuruan Raup 2,2 Juta ViewHal tersebut menunjukkan bahwa nama unik menjadi daya tarik awal bagi pelanggan untuk datang. Namun, rasa makanan juga menjadi faktor yang membuat pelanggan kembali.
Soto G'Enak konsisten mempertahankan cita rasa meskipun kini telah memiliki dua cabang. Kuncinya ada di proses memasak dan pengolahannya.
Bumbu yang digunakan juga dibuat dan diracik sendiri. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga cita rasa Soto G'Enak agar tetap sama di kedua cabang.
Baca Juga:
Libur Lebaran, Khofifah Ajak Pemudik Kulineran Khas Jawa TimurSoto G'Enak menawarkan beragam variasi menu dengan harga terjangkau. Soto Ayam Rp14.000 per porsi, Soto Ayam Pisah Rp17.000, Soto Ayam + Ceker Rp19.000, dan Soto Ayam + Telur Rp20.000.
Sementara itu, minuman yang tersedia antara lain Es Teh seharga Rp3.000 dan Es Jeruk Rp4.000.
Bagi pelanggan yang ingin berkunjung, cabang pertama dapat dituju melalui kawasan Tambak Kemerakan hingga menuju alamat di No. 105. Sementara pelanggan yang berada di sekitar Geluran dapat memilih cabang kedua di Jalan Imam Bonjol No. 12A.
Warung yang berdiri sejak 2019 tersebut kini tidak hanya dikenal karena namanya yang berbeda, tetapi juga karena pelanggan yang terus berdatangan dan kembali menikmati sotonya.
Selain menjadi identitas usaha, nama Soto G'Enak juga membuat pelanggan lebih mudah mengingat warung tersebut. Nama yang berbeda dari kebanyakan tempat makan menjadi pembeda tersendiri di tengah banyaknya pilihan kuliner yang ada. Rasa penasaran yang muncul ketika pertama kali mendengar namanya dapat menjadi alasan seseorang untuk mencoba.
Pilihan menu dan harga yang tersedia juga membuat pelanggan dapat menyesuaikan pesanan dengan selera masing-masing. Mulai dari Soto Ayam Biasa hingga tambahan ceker dan telur, pelanggan memiliki beberapa pilihan dalam menikmati hidangan. Minuman dengan harga terjangkau juga dapat menjadi pelengkap saat menyantap soto.
Perpaduan antara nama yang unik, rasa yang dipertahankan, pilihan menu, serta harga yang terjangkau membuat Soto G'Enak memiliki daya tarik tersendiri. Dari sekadar rasa penasaran terhadap nama, pelanggan kemudian dapat mengenal rasa dan kualitas makanan yang ditawarkan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan warung ini tetap memiliki pelanggan yang datang dan kembali. (*)