KETIK, JAKARTA – Munculnya fenomena sinkhole atau amblesnya badan jalan di kawasan Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menjadi sorotan berbagai kalangan. Ketua DPD I KNPI DKI Jakarta, Husnul Jamil, menilai kejadian tersebut merupakan alarm serius yang harus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengevaluasi kondisi infrastruktur bawah tanah di ibu kota.

Menurut Husnul, langkah cepat yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan mengerahkan alat berat dan melakukan penanganan darurat patut diapresiasi. Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak boleh berhenti pada perbaikan permukaan semata.

“Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Sinkhole di Lenteng Agung menunjukkan adanya persoalan infrastruktur yang harus ditangani secara serius dan berbasis kajian teknis. Pemerintah perlu melakukan audit menyeluruh terhadap sistem drainase, gorong-gorong, serta kondisi tanah di kawasan yang berpotensi mengalami kerusakan serupa,” ujar Husnul, Sabtu (30/5/2026).

Ia menekankan bahwa investigasi teknis yang komprehensif sangat penting untuk mengungkap penyebab utama amblesnya jalan tersebut. Dengan demikian, langkah mitigasi yang tepat dapat dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di lokasi lain.

Husnul juga menyoroti pernyataan pemerintah terkait kemungkinan munculnya sinkhole di titik-titik lain akibat rembesan air bawah tanah. Karena itu, ia mendesak Pemprov DKI segera melakukan pemetaan wilayah rawan serta memperkuat sistem pemantauan infrastruktur secara berkala.

Baca Juga:
Tebar Manfaat bagi Masyarakat Luas, HKTI Sumbang 15 Sapi Kurban dalam Iduladha 1447 H

“Jangan menunggu sampai muncul korban atau kerusakan yang lebih besar. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama melalui langkah pencegahan yang terukur, berbasis data, dan didukung kajian ilmiah yang memadai,” tegasnya.

Menurut Husnul, Jakarta sebagai kota metropolitan dengan tingkat pembangunan yang tinggi membutuhkan sistem pengawasan infrastruktur yang lebih modern dan berkelanjutan. Ia berharap insiden di Lenteng Agung menjadi momentum bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan infrastruktur perkotaan.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting. Infrastruktur tidak hanya dibangun, tetapi juga harus diawasi dan dirawat secara konsisten. Dengan begitu, Jakarta dapat menjadi kota yang lebih aman, tangguh, dan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh warganya,” pungkas Husnul. (*)

Baca Juga:
Beli 1.098 Ekor Pakai APBN, Rerata Sapi Kurban Prabowo Seharga Rp90 Jutaan