KETIK, SURABAYA – Mendengar kata Kecerdasan buatan (AI), hal pertama yang dipikirkan adalah teknologi dan hal semacamnya. Memang, hadirnya AI banyak membantu manusia dalam melakukan kegiatan. Terbaru, AI mulai menjamah dunia fashion.
Bukannya menolak, hadirnya AI justru digunakan oleh para pelaku industri fashion dengan bijak dan kreatif. Kolaborasi unik ini dapat dilihat dalam Soerabaia Fashion Trend (SFT) 2027 yang mengusung Tema Nexus.
Head of Event SFT 2027, Enrico Ho menjelaskan, sesuai tema yang mereka usung. Pameran fashion yang melibatkan pelaku di industri tersebut, akademisi, mahasiswa hingga masyarakat umum ini mendapatkan tantangan untuk dapat mengkolaborasikan fashion dengan AI.
"Tapi penggunaannya (AI) dibatasi di bawah 50 persen dari proses desain untuk menjaga orisinalitas," katanya saat ditemui di Ciputra Mal, Surabaya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pada pameran SFT kali ini, sebanyak 22 desainer ikut berpartisipasi. Mereka menampilkan karya fashion terbaik untuk dipamerkan dalam acara tersebut.
Baca Juga:
Segarnya Choco Caramel Pop, Minuman Dingin dengan Topping Popcorn Cocok Dinikmati Saat Cuaca Panas"Sebagian di antaranya telah memanfaatkan AI untuk menyelaraskan karakteristik desain dengan tren mode terkini," lanjutnya.
Ia mengungkapkan, tujuan diadakannya kolaborasi fashion dengan AI ini untuk keberlanjutan, sustainability dimana menempatkan fashion bukan sekadar produk yang dikenalak, tapi sebagai medium untuk membaca perubahan zaman.
Salah satu peserta SFT 2027, dari Universitas Ciputra menampilkan desain busana dengan nama Avant Garde. Fashion yang mereka desain terinsipirasi dari adat Toraja.
Hal ini terlihat dari lekukan dan potongan busana, dimana pada bagian pundak terlihat desain melengkung seperti rumah ada di daerah Toraja. Untuk bawahan, mereka menggunakan motif mengembang.
Baca Juga:
Asyiknya Dekorasi Telur Paskah, Latih Keseimbangan Otak Kanan Anak"Kami membuat busana ini terinspirasi dari adat Toraja, yaitu adat Mane. Saya mengambil tema tersebut, setelah melihat penguburan mayat, lalu siluet, saya ambil dari rumah adat berbentuk segitiga," kata desainer Universitas Ciputra.
Designer lainnya, Lita Berlianti mengatakan pemanfaatan ide dari AI untuk membantu membangun konsep ide.
"Kita cukup memasukkan kata kunci untuk mendapatkan berbagai referensi. Kemampuan inilah yang perlu dimiliki para desainer, yakni bagaimana memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan dan mengembangkan wawasan,” ujar Lita. (*)