KETIK, TULUNGAGUNG – Kawasan Wisata Jurang Senggani, Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, mendadak riuh dan dipadati ribuan pengunjung pada Minggu siang, 8 November 2026.
Tempat wisata alam yang asri ini menjadi pusat perhelatan akbar bertajuk "Selingkar Wilis Bangkit", yang digelar dalam rangka penguatan destinasi wisata Tulungagung.
Acara yang memadukan pariwisata, budaya, dan komunitas otomotif ini diawali dengan aksi penuh adrenalin dari para pencinta mobil off-road melalui Reli Penggemar Mobil Jeep 4x4.
Konvoi Jeep tangguh bergardan Doubel dari berbagai daerah regional Jawa Timur seperti Blitar, Malang dan Surabaya ini sukses menarik perhatian antusias masyarakat yang memadati lereng Gunung Wilis.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan khidmat melalui doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Tumirin, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan dalam keadaan sehat walafiat.
Baca Juga:
Ribuan Pesepeda Padati GOR Lembu Peteng, Plt Bupati Tulungagung Ungkap Hadiah Paling BerhargaMenariknya, kehadiran komunitas Jeep 4x4 regional Jatim tidak hanya unjuk gigi di jalur pegunungan, tetapi juga mendapat apresiasi khusus dari panitia.
Para peserta reli Jeep dinilai memiliki kesadaran lingkungan yang sangat baik dengan menjaga kebersihan serta membuang sampah pada tempatnya, sehingga kawasan wisata tetap asri tanpa meninggalkan jejak sampah.
Kemeriahan acara ini semakin lengkap dengan kehadiran jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Trenggalek, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Forkopimcam Sendang (Camat, Danramil, dan Kapolsek), serta para kepala desa setempat (Nglurup, Sendang, dan Geger).
Dalam membacakan laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Yohanes Bagus Kuncoro menyampaikan pesan supaya Jeep yang mengikuti Reli di Jurang Senggani, jangan lupa untuk tetap mengabadikan kegiatan ini.
Baca Juga:
Wayang Kulit dan Pesta UMKM, Wajah Baru Perayaan Hari Jadi Ke-821 Tulungagung"Saya berpesan untuk setiap peserta mengabadikan kegiatan ini untuk di upload di medsos masing-masing supaya menjadikan kegiatan ini lebih viral dan dikenal di masyarakat," ucap Bagus pada Minggu 8 November 2026 di Jurang Senggani.
Lebih lanjut Bagus menghimbau kepada teman-teman semua personal dan anggota Jeep yang pada hari ini yang hadir dari regional Jawa Timur supaya mengutamakan kebersihan lingkungan selama berada di Wisata Jurang Senggani.
"Menjaga lingkungan dengan baik, dengan situasi lingkungan yang asri, keindahan tempat ini akan selalu terjaga dan akan menjadi Wisata alam yang selalu di kunjungi banyak wisatawan sebagai lokasi wisata terfavorit yang ada di Kabupaten Tulungagung," tegasnya.
"Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadikan momen-momen berikutnya di tahun-tahun berikutnya," tambahnya.
Acara yang digelar tepat pada hari Minggu ini menjadi salah satu rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 yang dinanti masyarakat tahun ini.
Mengambil lokasi di Jurangsenggani yang dikenal dengan keindahan alam hutan pinus dan kesejukan udaranya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya, serta promosi potensi wisata lokal berbasis masyarakat desa (community-based tourism).
"Kegiatan ini merefleksikan tekad bersama warga Selingkar Wilis dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk melangkah beriringan memajukan sektor pariwisata, UMKM, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di kawasan hulu," pungkasnya.
Mewakili Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Dalam arahannya, pihak pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan aktif berbagai komunitas, pegiat wisata, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta keasrian lingkungan alam Selingkar Wilis.
"Kehadiran berbagai elemen masyarakat dari berbagai daerah seperti Malang dan Surabaya, serta kesadaran kolektif terhadap kebersihan lingkungan di kawasan wisata ini, dinilai sebagai wujud nyata dukungan terhadap kemajuan pariwisata daerah," ucap Agus.
"Meskipun pandemi Covid-19 telah berakhir, kita tetap harus berusaha menjaga kondusivitas masyarakat agar kegiatan di sektor apapun bisa terselenggara secara aktif kembali seperti sediakala," pesan Bupati Tulungagung dalam sambutannya.
Menyambung sambutan Bupati, Agus juga menekankan pentingnya semangat kebangkitan untuk menata kembali optimisme dan berkarya di panggung kreativitas.
"Salah satu bentuk nyata yang diapresiasi adalah kolaborasi tiga kabupaten melalui pertunjukan seni jaranan bersama. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat meluas dan melibatkan seluruh kawasan Selingkar Wilis yakni Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri, guna menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi kebangkitan ekonomi kreatif dan pariwisata regional," tambahnya.
Dengan suksesnya gelaran "Selingkar Wilis Bangkit" di Jurang Senggani ini, pemerintah daerah berharap momentum serupa dapat memicu destinasi-destinasi wisata lain untuk terus bergerak maju.
Kolaborasi aktif antara elemen pemerintah, komunitas, dan masyarakat lokal diyakini mampu mewujudkan perekonomian kerakyatan yang jauh lebih baik.
Mengusung semangat "Satu Langkah Seribu Makna Menuju Tulungagung Maju" acara ditutup dengan ucapan selamat datang kepada seluruh wisatawan yang berkunjung.
Para pengunjung dihimbau untuk terus bersukacita sembari tetap menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan agar kawasan wisata tetap aman dan kondusif.(*)