KETIK, BREBES – Dunia pendidikan masa kini sangat membutuhkan kehadiran sekolah-sekolah yang penuh dengan inovasi dan inspirasi. Guna mewujudkan hal tersebut, Kusmanto, seorang Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar (SD) membuat sebuah gerakan perubahan dengan menggalakkan metode "Sekolah Inspirasi".
Program ini mendobrak dinding pembatas sekolah dengan melibatkan wali murid secara maksimal dalam keseharian kegiatan belajar mengajar siswa.
Metode inovatif ini lahir dari sebuah kesadaran bahwa pendidikan karakter anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Melalui "Sekolah Inspirasi", orang tua tidak lagi sekadar mengantar dan menjemput anak, melainkan ikut masuk ke dalam sekolah. Dalam penerapnya, ia membuat wadah grup bagi wali murid untuk memudahkan komunikasi.
"Segala inspirasi dan inovasi pembelajaran dijalankan dengan melibatkan peran aktif orang tua, mulai dari menjadi guru tamu, mendampingi proyek kreativitas, hingga berbagi pengalaman profesi mereka langsung di hadapan para siswa," ujar Kusmanto saat berbincang di kantornya, Selasa, 23 Juni 2026.
"Jadi, kita melibatkan wali murid secara maksimal dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Misalnya juga dalam pelaksanaan perayaan Agustusan, perayaan tutup tahun. Panitanya gabungan guru dan orang tua," bebernya.
Baca Juga:
Petaka Outing Class, Ratusan Siswa SD di Brebes Terlantar Ditinggal Biro Perjalanan di Rest Area"Keterlibatan wali murid secara maksimal dalam kegiatan sekolah sehari-hari ini terbukti membawa dampak positif yang besar. Suasana belajar menjadi jauh lebih hidup, interaktif, dan penuh warna. Para siswa mendapatkan perspektif ilmu yang lebih luas, sementara hubungan emosional antara anak, orang tua, dan guru terjalin semakin kuat," lanjut Kusmanto.
Keberhasilan metode ini membuat sang guru kini sering diundang menjadi inspirator bagi sejumlah sekolah lain. Bahkan ia dinobatkan sebagi "inspirator dari sekolah inspirasi dan inovasi" dari sekitar 50 sekolah yang mengadopsi hal serupa. Ia dinilai sukses memadukan sistem pendidikan formal dengan keterlibatan aktif orang tua secara harmonis.
Terkait pembiayaan setiap kegiatan, Kusmanto mengatakan seluruhnya ditentukan melalui musyawarah bersama.
"Dimusyawarahkan dengan baik dengan wali murid, bersama-sama. Untuk memenuhi kekurangan itu. Jadi tidak ada paksaan ini untuk penerapan seperti itu," terangnya.
Baca Juga:
Inovasi Guru PAI SMAN 1 Turen Kabupaten Malang, Hafalan Sebagai Pembiasaan Membaca Al-Qur'anGerakan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang kuat antara sekolah dan rumah adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang maju, kreatif, dan menginspirasi masa depan bangsa.
Dukungan Pemda Brebes bersama Dinas terkait juga dinilai sangat mensuport, sehingga dirinya terus bersemangat dalam menerapkan sekolah inpirasi dan inovasi.
"Pemda Brebes dan dinas sangat mensuport kami, buktinya kemarin Kepala Dindukpora Brebes Pak Taryono sangat responsif sekali, ditandai kemarin dengan ketika kami mengadakan jambore sekolah inspirasi di Rest Area, beliau mensupport dengan memberikan pendanaan. Kemudian beliau juga berkenan hadir bersama Bupati Brebes Ibu Paramitha Widyakusuma mengikuti acara pembukaan hingga selesai kegiatan. Ini merupakan dukungan yang luar biasa dari Pemerintah Daerah," pungkasnya. (*)