KETIK, BOGOR – Gangguan ginjal menjadi penyakit kronis yang paling banyak ditemukan pada kucing lanjut usia atau lansia. Dibandingkan diabetes maupun penyakit jantung, penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) serta batu ginjal (nefrolitiasis) lebih sering menyerang kucing senior dan dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak segera ditangani.

Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menjelaskan bahwa gangguan ginjal pada kucing dapat dipicu oleh berbagai faktor. Penyebabnya antara lain paparan zat beracun seperti tanaman lili, cairan antifreeze, obat-obatan manusia, infeksi, trauma, hingga penyakit lain seperti hipertensi dan hipertiroidisme.

Menurutnya, penyakit ini berkembang perlahan sehingga sering kali baru disadari ketika fungsi ginjal telah mengalami penurunan cukup berat.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain kucing menjadi lebih sering minum, perubahan frekuensi buang air kecil, muntah, penurunan berat badan, gangguan pencernaan, napas berbau amonia, gusi kering, mata tampak cekung, serta kulit yang kehilangan elastisitas akibat dehidrasi.

"Untuk memahami gangguan ginjal yang berkembang perlahan dan sering tidak menunjukkan gejala, pemilik kucing disarankan untuk memantau perubahan pola minum dan buang air kecil. Jika ada peningkatan signifikan, segera konsultasi dengan dokter hewan untuk penanganan yang tepat," ujar Prof Ronny, seperti dikutip dari laman resmi IPB, Jumat, 10 Juli 2026. 

Baca Juga:
Cara Mencegah Penyakit Ginjal pada Kucing, Jangan Sampai Salah Beri Obat

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan darah dan urine secara berkala, terutama pada kucing berusia di atas tujuh tahun, penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan ginjal sebelum kondisinya semakin parah.

Selain mengenali gejala, pemilik juga perlu menerapkan langkah pencegahan, seperti memastikan kucing mendapatkan asupan cairan yang cukup serta menghindari pemberian obat-obatan manusia tanpa rekomendasi dokter hewan.

Apabila kucing telah didiagnosis mengalami CKD atau batu ginjal, dokter hewan umumnya akan menyusun terapi berupa pengaturan diet khusus, pemberian cairan, hingga pengobatan sesuai penyebab penyakit agar kualitas hidup kucing tetap terjaga. (*)

Baca Juga:
Penyakit Autoimun Meningkat, Wanita Jadi Kelompok Paling Rentan