KETIK, SURABAYA – Menyikapi antrean rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang sangat panjang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan inovasi dengan membangun rumah susun sederhana milik (rusunami).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dalam pembangunan rusunawa banyak hal yang menjadi pertimbangan, salah satunya terkait pemeliharaan. Karena banyak rusunawa yang terlihat tidak terawat.

"Sekarang itu antrean rusunawa sudah mencapai 12 ribu. Belum lagi dalam pembahasan dengan DPRD kita juga melihat pemeliharaannya, jangan sampai dibangun terus tidak dipelihara," jelas Eri, Selasa (13/8/2024).

"Jangan sampai pemeliharaannya tidak jalan seperti yang lama-lama, terus bangun lagi," imbuhnya.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut menambahkan, sebagai solusi, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan rusunami dengan menggandeng pihak swasta. Rusunami bisa menjadi solusi hunian warga Surabaya.

Baca Juga:
Kantor ESDM Jatim Digeledah Lagi! Ini Barang Bukti Tambahan yang Ditemukan Penyidik Kejati

"Sekarang sudah ada yang dibangun, dan kita juga bisa kerja sama dengan swasta, bukan pemerintah," tambahnya.

Berbeda dengan rusunawa, rusunami dilengkapi sertifikat hak milik satuan rumah susun (SHMSRS) yang merupakan bukti kepemilikan bangunan yang sah dan dilindungi undang-undang.

Bahkan bisa juga dijadikan sebagai jaminan di perbankan. Sedangkan untuk pembangunan rusunami dengan Kementerian PUPR nantinya akan berpola atau sistem SKBG seperti HGB diatas HPL.(*)

Baca Juga:
Selamat Kaji Ipuk! DPP PDI Perjuangan Tunjuk Syaifuddin Zuhri Jabat Ketua DPRD Surabaya