KETIK, JAKARTA – Nilai tukar rupiah yang kian melemah mendapat tanggapan dari Presiden Prabowo Subianto dan viral di media sosial. Dalam acara peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu, 16 Mei 2026 kemarin ia mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia masih tetap terjaga.

Prabowo meminta masyarakat tidak panik menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah yang pada Jumat, 15 Mei 2026 mencapai Rp17.614 per dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari.

“Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos. Rupiah begini, dolar begini. Orang di desa enggak pakai dolar kok,” katanya.

Yang terpenting, kata orang nomor satu di Indonesia itu, pasokan pangan dan energi tetap aman sehingga Indonesia akan baik-baik saja, meski negara-negara lain sedang panik menghadapi kondisi ekonomi tersebut.

“Pangan aman, energi aman banyak negara panik Indonesia akan aman,” tambahnya.

Baca Juga:
Dukung Program Pemerintah Pusat, Plt Wali Kota Madiun Hadiri Peresmian 1.061 KDKMP Nasional di Nganjuk

Menurut Prabowo, Indonesia mendapat karunia kekayaan alam yang melimpah dari Tuhan. Namun, para unsur pimpinan baik di pusat maupun daerah harus tetap setia dan loyal terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prabowo mengatakan, banyak pimpinan yang lantang meneriakkan NKRI, tetapi setelah memiliki kekuasaan justru bertindak tidak jelas sehingga tidak berpihak kepada bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, ia meminta agar loyalitas para pimpinan dan pejabat negara harus ditingkatkan. “Bukan rakyat, rakyat pasti setia, nggak ada pilihan. Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi tidak jelas,” katanya.

“Begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa dan tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
KDKMP Resmi Diluncurkan, Pemdes Sambiroto Bojonegoro Siap Perkuat Ekonomi Desa