KETIK, JEMBER – Ribuan masyarakat memadati rangkaian Kirab Pawai Budaya Ancak Agung di Kabupaten Jember, Sabtu, 22 Agustus 2026. Perhelatan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu berlangsung meriah dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”, kirab tersebut tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi lokal. Pemerintah Kabupaten Jember juga menjadikan kegiatan itu sebagai ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, serta persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak warga memanfaatkan momentum Kirab Ancak Agung untuk mempererat persaudaraan sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Ia secara khusus menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghormati antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau mengaku umat Nabi Muhammad, tidak mungkin akan mengganggu ibadah agama yang lain,” katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Gus Fawait juga menyampaikan pesan toleransi saat menyapa peserta kirab. Dalam kesempatan tersebut, ia tampak mengenakan syal dengan motif perpaduan bendera Indonesia dan Palestina.

Baca Juga:
Kapolres Halmahera Selatan Serukan Hidup Damai lewat Keteladanan Rasulullah

Menurut Gus Fawait, penggunaan syal tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan. Ia menilai kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan tidak semestinya dibatasi oleh sekat agama maupun kelompok tertentu.

“Ini bukan urusan agama, tetapi ini adalah urusan kemanusiaan. Mudah-mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia, kita menunjukkan bahwa di Jember toleransi tetap harus kita jaga bersama-sama,” ujarnya.

Selain menyampaikan pesan toleransi, Gus Fawait berharap masyarakat terus mempertahankan tradisi Ancak Agung sebagai bagian dari identitas budaya Jember. Ia ingin pelaksanaan kirab pada tahun-tahun berikutnya semakin meriah sehingga mampu melibatkan lebih banyak masyarakat.

“Ancak Agung mungkin tidak seberapa, tetapi ini membuat kita bahagia karena kita bisa berkumpul bersama. Mudah-mudahan tahun depan lebih besar lagi,” paparnya.

Baca Juga:
Momentum Maulid Nabi, Wali Kota Langsa Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah

Gus Fawait menegaskan bahwa semangat menjaga tradisi harus berjalan beriringan dengan upaya memperkuat persaudaraan dan toleransi. Ia berharap pesan tersebut tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jember.

“Dari Jember untuk Indonesia, dari Jember untuk dunia. Mari kita jaga tradisi, kita kuatkan ukhuwah, kita rawat toleransi, dan kita angkat marwah Jember bersama-sama,” tandasnya.

Kirab tahun ini melibatkan 867 peserta ancak dari berbagai elemen. Peserta berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan.

Para peserta membawa gunungan ancak yang disusun menggunakan berbagai hasil bumi dan makanan tradisional. Mereka kemudian mengarak hasil kreativitas tersebut dalam rangkaian kirab yang menjadi salah satu agenda budaya sekaligus perayaan keagamaan di Kabupaten Jember. (*)