KETIK, TEGAL – Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Partai Gerindra, Susanto Agus Priyono, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Muarareja, Kota Tegal, Jumat, 7 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi yang didominasi usulan penanganan rob, normalisasi aliran air, serta peninggian jalan lingkungan.

Usulan tersebut diprioritaskan untuk direalisasikan pada tahun 2026 dengan total anggaran sebesar Rp4,7 miliar.

Susanto Agus Priyono mengatakan, persoalan rob dan infrastruktur menjadi kebutuhan paling mendesak yang disampaikan masyarakat Muarareja dalam forum reses.

"Alhamdulillah reses telah terlaksana. Usulan terbesar dari warga Muarareja adalah peninggian jalan serta penanganan rob dan normalisasi aliran air. Insya Allah tahun ini terealisasi dengan anggaran Rp4,7 miliar," ujarnya.

Baca Juga:
Peringati HUT ke-18 TIDAR, DPC Gerindra Tulungagung Potong Tumpeng Gelar Doa Bersama

Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota Tegal, khususnya Wali Kota Tegal, yang telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut.

Menurutnya, kegiatan reses menjadi sarana penting bagi anggota dewan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan melalui program pembangunan daerah.

Susanto menegaskan akan terus menyerap aspirasi masyarakat pada setiap pelaksanaan reses agar berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat memperoleh solusi melalui kebijakan pemerintah.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tegal, Akhmad, menjelaskan alokasi anggaran sebesar Rp4,7 miliar akan dibagi untuk dua program utama.

Baca Juga:
Pemkab Tegal Susun Modul Pelatihan Petugas Layanan Darurat 112 Inklusif

Sebesar Rp1,4 miliar dialokasikan untuk penanganan rob dan normalisasi saluran air di RW 3.

Pekerjaan meliputi pembangunan dua pintu air utama di sisi timur dan barat, normalisasi saluran, serta peninggian talud menggunakan alat berat.

Adapun anggaran sebesar Rp3,3 miliar akan digunakan untuk peninggian jalan sepanjang 500 meter di kawasan Muaraanyar II dan 300 meter di Muaraanyar III.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun sejumlah titik penyeberangan berukuran 2x2 meter dan 1x1 meter.

Menurut Akhmad, pekerjaan fisik tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada September 2026 apabila seluruh tahapan administrasi berjalan sesuai jadwal.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perizinan Dinas Kesehatan Kota Tegal, Wiharto, mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang tersedia di Posyandu maupun Puskesmas.

Ia menjelaskan program tersebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus memperkuat pendataan kesehatan masyarakat.

Selain itu, sejak Juli 2026 Pemerintah Kota Tegal juga melaksanakan penelusuran kasus Tuberkulosis (TBC) secara serentak di seluruh kelurahan sebagai bagian dari upaya mendukung target Indonesia bebas TBC pada 2030.

Wiharto mengimbau masyarakat yang mengalami gejala tuberkulosis agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sehingga dapat memperoleh penanganan medis sedini mungkin.(*)