KETIK, BATU – Ratusan siswa sekolah dasar di Kota Batu mengikuti skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR) yang digelar Yayasan Jantung Indonesia (YJI) di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Jumat, 29 Mei 2026.
Program nasional tersebut menjadi langkah deteksi dini untuk mencegah gangguan jantung pada anak usia sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak usia dini sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit, termasuk gangguan jantung pada anak.
“Kami berpesan kepada adik-adik untuk selalu menjaga pola hidup sehat. Jangan lupa rutin berolahraga dan menjaga pola makan yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Batu juga terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah dapur yang ada di wilayah Kota Batu.
Baca Juga:
Call Center 110 Polres Batu Aktif 24 Jam, Warga Bisa Lapor Secara Gratis dan InstanPihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait kemungkinan hubungan antara penyakit jantung rematik dengan pola makan maupun pola hidup masyarakat.
“Kami juga memantau seluruh dapur MBG di Kota Batu. Nantinya akan kami koordinasikan apakah penyakit jantung rematik ini berkaitan dengan pola makan dan pola hidup sehari-hari,” jelas Mas Heli, sapaan akrabnya.
Mas Heli menilai kegiatan skrining kesehatan tersebut sangat penting untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan pada anak-anak usia sekolah.
“Kegiatan skrining ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Pola hidup sehat itu sangat penting untuk masa depan mereka,” ungkapnya.
Baca Juga:
Lonjakan Wisatawan! Pemkot Batu Ajak Wisatawan Tertib, Ini ImbauannyaIa juga mengajak para orang tua dan wali murid untuk serius mengikuti edukasi kesehatan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
“Kepada orang tua dan wali murid, saya berharap bisa mengikuti edukasi kesehatan ini dengan sungguh-sungguh karena sangat penting bagi masa depan anak-anak,” jelasnya.
Menurut Mas Heli, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat di Kota Batu.
“Kolaborasi seperti ini yang kita butuhkan untuk mewujudkan Kota Batu yang sehat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Jantung Indonesia atas pelaksanaan program skrining jantung bagi siswa sekolah dasar di Kota Batu.
“Kami Pemerintah Kota Batu mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Jantung Indonesia atas kesempatan skrining jantung bagi siswa-siswi SD di Kota Batu,” ujarnya.
Menurut Alfi, skrining Penyakit Jantung Rematik sangat penting dilakukan karena anak usia 5 hingga 15 tahun merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infeksi bakteri pemicu penyakit tersebut.
“Skrining penyakit jantung rematik pada siswa SD sangat krusial karena usia 5 sampai 15 tahun merupakan masa puncak risiko terjadinya infeksi bakteri pencetus penyakit ini,” katanya.
Ia menambahkan, langkah preventif melalui skrining kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, produktif, dan terhindar dari risiko kecacatan permanen di masa depan.
“Langkah preventif ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Jantung Indonesia Malang Raya, Ketua Tim Skrining Pusat, Wakil Ketua Yayasan Jantung Indonesia, sekitar 300 siswa SD dari seluruh Kota Batu, serta 150 wali murid. (*)