KETIK, MALANG – Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Dosen Akuntansi Universitas Terbuka (UT) Malang, Rizka Furqorina, berhasil memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pelatihan membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan kain perca ramai diminati ibu-ibu di Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.
Rizka menjelaskan, pengabdian berkelanjutan bagi warga Desa Tambakasri tersebut telah memasuki tahun kedua. Ibu-ibu dilatih memanfaatkan kain perca menjadi hiasan yang bernilai guna dan dapat menjadi sumber pemasukan.
"Materinya tentang bagaimana memanfaatkan perca menjadi hiasan. Jadi, yang tadinya cardigan polos bisa menjadi nilai tambah, lebih cantik. Bisa dibuat boneka, menghias taplak meja, kemudian berlatih dengan sulam pita. Barang di rumah diberi ornamen supaya lebih ada nilai tambah dan terlihat lebih menjual," ujarnya, Selasa, 29 September 2026.
Pelatihan tersebut merupakan permintaan langsung dari warga untuk menggali potensi desa. Bahkan, sejak pertama kali pelatihan dilaksanakan, beberapa warga telah berhasil menciptakan sekaligus memasarkan karyanya dalam lingkup kecil.
Baca Juga:
Geliat Ekonomi Hijau di Desa Tambakasri, Dosen UT Gandeng Warga Olah Pewarna Alam Jadi Kain Batik Bernilai Tinggi"Jadi, beberapa itu sudah ada yang berjualan, dan mereka kadang-kadang kalau ada event di Desa Tambakasri ikut buka lapak terus dijual. Sudah mulai berani berjualan. Juga ketika ada kegiatan di TK mereka juga datang, bisa dijadikan suvenir," lanjutnya.
Hal tersebut dinilai selaras dengan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan, khususnya dalam pemanfaatan kain perca dan menciptakan perputaran ekonomi di rumah tangga. Tak heran jika banyak masyarakat menginginkan pelatihan rutin dilakukan agar produktivitas semakin meningkat.
"Kalau di SDM-nya sendiri mereka sangat bersemangat, mereka ingin belajar hal baru. Ternyata ibu-ibu sudah ada beberapa yang memang dari hasil pelatihan kemarin akhirnya mereka keterusan, ada yang sudah berproduksi meskipun masih dalam skala rumah tangga, masih kecil," ungkapnya.
Merespons antusiasme masyarakat, Rizka juga berharap peserta pelatihan dapat menularkan ilmu yang didapat kepada warga lainnya. Mengingat, belum semua warga dapat terlibat dalam pelatihan tersebut.
Baca Juga:
Ikut UT Malang Fun Run 2026, Wawali Mas Heli Pastikan Izin Event Sport Tourism Kota Batu Dipermudah"Kuotanya memang terbatas, dan memang kami mengutamakan yang tahun lalu sudah ikut dengan harapan mereka bisa menularkan ilmunya kepada teman-teman. Kalau pesertanya terlalu banyak juga khawatirnya kurang optimal," sebut Rizka.
Kendati demikian, Rizka mengaku telah membentuk roadmap pengabdian untuk jangka waktu tiga tahun di Desa Tambakasri. Melalui pengabdian dan program pelatihan tersebut, warga diharapkan dapat menemukan potensi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dan perputaran ekonomi.
"Tentu kami berharap program ini dapat berkelanjutan karena sudah ada roadmap untuk tahun pertama, kedua, dan ketiga. Jika keterampilannya sudah terbentuk dan kita bantu berikan mesin jahit juga, ibu-ibu bisa lebih efisien. Akhirnya, perputaran ekonomi bisa terjadi dan kemandirian juga tercipta," pungkasnya.