KETIK, JAKARTA – Cuaca panas Arab Saudi diperkirakan masih terus melanda dengan rata-rata sekitar 42 derajat celcius selama puncak haji. Otoritas setempat memprediksi bisa sampai 47 derajat celcius.

Kondisi tersebut membuat jemaah haji asal Indonesia, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan serangan panas selama menjalankan rukun Islam yang kelima.

Juru Bicara Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaf, dalam keterangan resminya mengatakan jemaah diimbau memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

"Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik, maka perbanyakistirahat, " kata Maria dikutip dari laman kemenhaj, Senin, 25 Mei 2026.

Karena itu, lanjut Maria, stamina perlu dijaga agar jemaah dapat menjalani Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dengan baik.

Baca Juga:
Kisah Kepala BGN Dadan Hindayana, 12 Tahun Antre Haji Reguler dan Berdesakan di Bus Makkah

Rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna sendiri berlangsung selama lima sampai enam hari. Dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah dan berakhir pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Para jemaah nantinya akan melakukan wukuf di Padang Arafah sejak waktu Zuhur hingga terbenam matahari. Lalu bergerak ke Muzdalifah untuk mabit, lalu melempar jumrah Aqabah, Ula, Wustha, dan Ula di Jamarat.

Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan. Supaya jemaah haji ini bisa tertangani dengan baik.

"Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama," tegasnya. (*)

Baca Juga:
Meski Suhu Kian Panas, Pacitan Masih Nihil Permintaan Dropping Air Bersih