KETIK, PAGAR ALAM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kota Pagar Alam provinsi Sunatera Selatan (Sumsel).

Kali ini, kobaran api melanda kawasan lahan di sekitar Lapangan Terbang Bandara Atung Bungsu, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagar Alam Sumsel.

Kobaran Api mulai terpantau sekitar pukul 11.30 WIB dan dengan cepat membesar hingga merambat ke area lahan yang diperkirakan mencapai puluhan hektare.

Menerima laporan tersebut, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) BPBD Kota Pagar Alam Sumsel langsung mengerahkan personel ke lokasi.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama lantaran kondisi lahan dan kobaran api yang cepat menyebar.

Baca Juga:
HUT ke-39 Arema, Pemkot Malang Imbau ASN Pakai Jersey Singo Edan

Sejumlah armada dikerahkan untuk menjinakkan api.

Selain satu unit mobil BPBD dan dua unit mobil tangki Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pagar Alam Sumsel, satu unit mobil tangki dari SMA Taruna Nusantara Pagar Alam turut membantu operasi pemadaman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Agus Akhmad, M.Si melalui Sekretaris Handra, S.T. didampingi Kasubbid Logistik Panca Putra, S.E., mengatakan, penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui secara pasti.

“Tim langsung bergegas meluncur ke lokasi kebakaran untuk bergotong royong memadamkan api tersebut,” ujar Panca.

Baca Juga:
Silang Pendapat Pemecatan Kepala Koki SPPG Rengel 2 Tuban

Setelah berjibaku hingga beberapa jam petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api.

syukur Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut.

Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi yang ada.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala dan berakibat meluas.

Sementara Kabid Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pagar Alam, Eliyus Vikal, membenarkan luas lahan yang terbakar cukup luas mencapai puluhan hektare.

Menurutnya, pengerahan sejumlah armada mobil pemadam menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman.

“Kami mengerahkan satu unit mobil BPBD Kota Pagar Alam, dua unit mobil tangki Damkar Kota Pagar Alam, dan bantuan satu unit mobil tangki dari SMA Taruna Pagar Alam,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Pagar Alam Sumsel mengimbau masyarakat, khususnya warga di wilayah Dempo Selatan, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum membesar.

Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran pihaknya.

Petugas terus memastikan kawasan terdampak benar-benar aman guna mencegah munculnya kembali api kebakaran.