KETIK, BANGKALAN – Memasuki pertengahan Mei 2026, pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Bangkalan masih belum menunjukkan perkembangan berarti.

Paket-paket pekerjaan infrastruktur yang biasanya mulai memasuki proses lelang atau tahap pelaksanaan pada periode ini justru masih terlihat belum berjalan.

Situasi tersebut memunculkan perhatian berbagai pihak. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang pertengahan tahun sejumlah proyek pemerintah daerah umumnya sudah diproses melalui mekanisme lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP), bahkan sebagian sudah mulai dikerjakan di lapangan.

Keterlambatan ini dinilai berpotensi mempengaruhi percepatan pembangunan daerah. Selain berdampak terhadap penyerapan anggaran, lambannya proyek juga dikhawatirkan menghambat target pembangunan infrastruktur yang telah diprogramkan pemerintah daerah selama tahun anggaran 2026.

Tidak hanya itu, sektor jasa konstruksi dan pekerja lokal turut merasakan dampaknya. Aktivitas ekonomi yang biasanya mulai bergerak seiring dimulainya proyek pemerintah hingga kini masih belum terasa signifikan.

Baca Juga:
BKD Jatim Uji Enam Kandidat Sekda Kota Batu, Ini Tahapan Seleksinya

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Moh Ridwan, menjelaskan bahwa belum dimulainya sejumlah tender proyek berkaitan dengan kondisi harga material bangunan yang terus mengalami kenaikan.

Menurutnya, pemerintah daerah memilih berhati-hati sebelum melepas tender agar tidak menimbulkan persoalan di tengah pelaksanaan pekerjaan. Sebab, fluktuasi harga material dinilai cukup membebani pihak pelaksana proyek.

“Beberapa material mengalami kenaikan cukup tinggi. Kami harus mempertimbangkan kemampuan rekanan ketika pekerjaan dilaksanakan dengan kondisi harga seperti sekarang,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Ia menyebut, sejumlah kontraktor juga menginginkan agar proses tender tidak dilakukan terlalu cepat. Kekhawatiran utama mereka adalah risiko kerugian akibat membengkaknya biaya operasional dan harga bahan bangunan yang terus meningkat.

Baca Juga:
Menteri Ara Setujui Usulan Gubernur Ahmad Luthfi, Kuota Rumah Subsidi Jateng Naik Jadi 50 Ribu Unit

Meski demikian, proyek yang telah terikat kontrak dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sementara paket pekerjaan lainnya masih dalam tahap evaluasi dan penyesuaian perencanaan.

Pihak PUPR berharap kondisi harga material mulai membaik dalam waktu dekat sehingga proses tender bisa segera dimulai. Jika situasi dinilai lebih stabil pada akhir Mei, maka tahapan lelang ditargetkan mulai berjalan.

Saat ini, proyek yang tetap berlangsung baru mencakup empat titik pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sedangkan puluhan paket lainnya masih menunggu kesiapan untuk diluncurkan.

Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyiapkan sekitar 56 paket pekerjaan dengan total anggaran lebih dari Rp100 miliar. Proses tender diperkirakan mulai bergerak pada penghujung Mei atau awal Juni 2026.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga masih menunggu kepastian tambahan program dari pemerintah pusat melalui skema diskresi, termasuk rencana pelebaran jalan dari kawasan Telang menuju akses Jembatan Suramadu. (*)