KETIK, PACITAN – Sapi perah di Pacitan terus dipacu untuk memproduksi susu, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Langkah itu dilakukan dalam upaya mendukung program pemerintah pusat untuk memberikan makanan bergizi dan susu gratis bagi anak sekolah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan populasi sapi perah setempat tercatat mencapai 560 ekor.
Dari angka itu, sekitar 200 ekor sapi perah produktif menghasilkan 2.500 liter susu per hari. Kendati demikian, Sugeng menyebut masih jauh dari target.
"Karena potensi permintaan kebutuhan industri susu juga masih cukup tinggi," terangnya, Jumat, 20 September 2024.
Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban TerbanyakGuna memacu produksi, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian untuk memfasilitasi dan mendukung penambahan populasi sapi perah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan juga telah mengidentifikasi lahan seluas 127 hektare yang rencananya untuk menjadi lahan penanaman pakan ternak.
Di sisi lain, tim kesehatan hewan Pemkab juga rutin melakukan pengecekan agar para sapi perah tetap sehat dan menghasilkan susu berkualitas
Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim"Harapannya, populasi sapi perah di Pacitan dapat meningkat, mengingat potensi permintaan di industri susu masih cukup tinggi," ungkapnya kepada Ketik.co.id
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kabupaten Pacitan dapat meningkatkan produksi susu berkualitas dan berkontribusi pada kesehatan gizi anak-anak di sekolah.
Sekadar informasi, sentra sapi perah Pacitan berada di Kecamatan Tegalombo, yang mengadopsi sistem kemitraan antara peternak dan PT. Duta Agung Sejahtera (PT. DAS).
Sedikitnya ada lima desa penghasil susu sapi perah, yakni, Desa Gemaharjo, Tahunan Baru, Tahunan, Ploso dan Pucangombo. (*)