KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi dengan masuk dalam Top 100 Universitas di Indonesia versi Webometrics. Selain itu, UIN Malang juga masuk dalam daftar 56 Jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terindeks Scopus, dengan menempati peringkat kelima berkat tiga jurnal yang berhasil terindeks.
Dilansir dari kemenag.go.id, sebanyak 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk daftar Top 100 Universitas di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026. Beberapa indikator yang menjadi penilaian dalam pemeringkatan ini, mulai dari Visibility, Openness, Excellence, dan Impact.
Dalam peringkat ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tercatat sebagai salah satu dari 11 PTKIN yang masuk Top 100 Universitas di Indonesia dengan peringkat 48 pada Rank Indonesia dan 1.4771 pada World Rank. Tentunya ini menjadi pencapaian yang patut disyukuri sebagai kampus Islam yang terakreditasi internasional.
Selain prestasi tersebut, UIN Malang juga masuk dalam daftar 56 Jurnal PTKIN terindeks Scopus yang berasal dari 31 kampus. UIN Malang berhasil menyumbangkan 3 jurnal dalam peringkat tersebut.
Dilansir dari kemenag.go.id, berdasarkan hasil dari pengolahan data Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung per Juni 2026, tercatat sebanyak 56 Jurnal PTKIN yang telah terindeks Scopus dan berasal dari 31 kampus. 50 jurnal di antaranya tercatat dalam basis data SCImago Journal Rank (SJR). Sementara 39 jurnal (78 persen) menempati kuartil tertinggi (Q1).
Baca Juga:
Daftar Lengkap Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang Periode 2026-2030, Berikut DaftarnyaBeberapa PTKIN yang masuk dalam pemeringkatan tersebut, yakni posisi pertama ditempati oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan 8 jurnal terindeks Scopus. Posisi kedua disusul oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan 5 jurnal.
Posisi berikutnya, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan masing-masing memiliki 4 jurnal. Kemudian disusul UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan 3 jurnal. Serta, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Walisongo Semarang yang masing-masing memiliki 3 jurnal terindeks Scopus.
Tentunya ini menjadi pencapaian membanggakan bagi UIN Malang yang selama ini bersinergi untuk terus gencar dalam publikasi ilmiah internasional. Dengan 3 jurnal ilmiah terindeks Scopus, membuktikan bahwa UIN Malang selalu gencar dalam mengembangkan penelitian ilmiah.
Mendapatkan dua capaian menjadi salah satu kebanggaan bagi UIN Malang sebagai kampus Islam negeri yang terus mengembangkan pengetahuan umum dan keislaman di era kemajuan teknologi.
Baca Juga:
Riche Heritage Hotel Malang Tawarkan Meeting Room Luas dan Estetik, Harga TerjangkauRektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana menyampaikan bahwa capaian ini akan menjadi motivasi untuk bisa meningkatkan kualitas layanan dan memberikan dampak secara nasional maupun internasional dengan beragam inovasi publikasi ilmiah.
“UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan kampus termuda dibandingkan tiga UIN lainnya, yakni di Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung. Jumlah program studi yang lebih sedikit tentu berimplikasi pada jumlah mahasiswa dan dosen yang juga lebih sedikit. Namun, hal tersebut tidak membuat kami surut untuk terus berusaha menjadi yang lebih baik daripada yang lainnya," ujar Prof. Ilfi Nur Diana.
"Justru capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta berdampak di tingkat nasional maupun internasional melalui penguatan jurnal terindeks Scopus dan peningkatan publikasi ilmiah dosen serta mahasiswa," imbuhnya.
Ke depannya, ia akan terus bersinergi dalam meningkatkan dan mengembangkan keilmuan dengan publikasi jurnal berkualitas yang dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen. Tentunya dengan terus konsisten, Prof. Ilfi Nur Diana terus mendukung pengembangan-pengembangan ilmu pengetahuan umum maupun keagamaan Islam di UIN Malang.
"Ke depan, semakin banyak dosen dan mahasiswa yang menghasilkan publikasi, serta semakin banyak program studi yang berkembang, maka akan semakin banyak pula jurnal berkualitas yang dapat dihasilkan,” tutur wanita yang biasa dipanggil Bunda Rektor tersebut.
Dengan dua capaian membanggakan ini, UIN Malang mengukuhkan sebagai PTKIN yang terus berkembang dan meningkatkan segala prestasi di bidang akademik maupun non-akademik, khususnya pada publikasi ilmiah internasional.(*)