KETIK, JAKARTA – Prancis dan Spanyol masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan yang melanda kedua negara. Bencana tersebut telah menghanguskan puluhan ribu hektare hutan, menghancurkan ratusan rumah, dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi di tengah ancaman gelombang panas yang diperkirakan masih berlanjut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan salah satu kebakaran hutan di wilayah barat daya Prancis berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran yang jauh lebih besar di sekitar Bordeaux hingga kini masih terus berkobar.
"Beberapa minggu mendatang akan sulit dan kita harus bertahan," kata Macron saat mengunjungi Bordeaux, seperti dikutip AFP.
Macron menjelaskan, kebakaran yang lebih kecil di wilayah Landes telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena kondisi cuaca masih berpotensi memperburuk situasi.
"Kebakaran itu tetap ganas," ujarnya.
Baca Juga:
Hari Tanpa Hujan, 72,8 Persen Wilayah di RI Diprediksi Berada dalam Kondisi Kering hingga Akhir JuliMenurut Macron, perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang memperparah kebakaran hutan yang terjadi di Prancis.
Selama enam hari terakhir, kebakaran di Prancis telah menghanguskan sekitar 42 ribu hektare lahan, memaksa sekitar 220 ribu warga mengungsi, serta menghancurkan sedikitnya 240 rumah.
Sementara itu, Spanyol juga menghadapi kebakaran hutan besar di wilayah barat Madrid.
Kebakaran di Burgohondo, dekat Sotillo de la Adrada, bahkan tercatat sebagai kebakaran hutan tunggal terbesar dalam sejarah negara tersebut setelah melalap lebih dari 50 ribu hektare lahan.
Baca Juga:
Lebih dari 450 Orang Jepang Dilarikan ke RS, Suhu Panas Tembus 40 Derajat CelciusSekitar 60 ribu warga di Spanyol telah dievakuasi demi menghindari kobaran api yang terus meluas.
"Kami kehilangan segalanya. Kami memiliki tempat perkemahan ini, kami memiliki tempat perkemahan lain, dan kami telah kehilangan semuanya. Kami tidak punya apa-apa," kata salah seorang warga, Maria Angeles Canete.
Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, mengatakan beberapa jam ke depan akan menjadi periode yang sangat menentukan dalam upaya mengendalikan kebakaran.
Pemerintah Spanyol mengerahkan tim pemadam kebakaran, unit darurat militer, serta seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membatasi penyebaran api.
Sejumlah negara anggota Uni Eropa juga mengirimkan bantuan armada pesawat pengebom air melalui mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa guna membantu operasi pemadaman di Prancis dan Spanyol.
Di sisi lain, aparat Guardia Civil menangkap seorang tersangka yang diduga menjadi penyebab kebakaran di Spanyol.
Tersangka diduga menggunakan alat berat di tengah pemberlakuan pembatasan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran saat musim kemarau ekstrem.
Gelombang panas yang masih mengancam kawasan Eropa diperkirakan akan menjadi tantangan besar bagi proses pemadaman dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah kedua negara pun terus mengimbau masyarakat agar mematuhi instruksi evakuasi dan menghindari wilayah yang terdampak kebakaran.(*)