KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada seluruh aparatur negara, mulai dari birokrat, TNI, Polri, hingga Kejaksaan.

Presiden meminta seluruh penyelenggara negara melakukan introspeksi karena masyarakat sudah tidak lagi mentoleransi praktik korupsi maupun berbagai bentuk penyimpangan yang merugikan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa harapan masyarakat saat ini adalah hadirnya pemerintahan yang bersih dan sepenuhnya bekerja untuk kepentingan rakyat. Karena itu, seluruh aparatur negara diminta mengevaluasi diri dan memperkuat integritas dalam menjalankan tugas.

"Saya minta introspeksi, terutama para birokrat kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi," kata Prabowo.

Baca Juga:
240 dari 800 BUMN Bermasalah Sudah Ditutup, Prabowo Sebut Banyak Dipakai Sembunyikan Uang Negara

Tak hanya kepada birokrasi, Presiden juga menyampaikan pesan serupa kepada institusi penegak hukum. Menurutnya, setiap aparat harus menyadari bahwa jabatan, pangkat, hingga fasilitas yang digunakan berasal dari uang rakyat.

"Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu! Kejaksaan, Anda pakai bintang juga, kau! Kau juga milik rakyat!" tegasnya.

Prabowo menilai masyarakat kini semakin kritis dan menginginkan perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan.

Ia menegaskan rakyat tidak lagi menghendaki praktik korupsi ataupun penipuan terus berlangsung.

Baca Juga:
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun

"Marilah kita sama-sama membenahi diri, memperbaiki diri. Saya tidak mau melihat ke belakang, tetapi saya mohon, perbaiki dirimu. Mawas diri. Jangan melawan kepada rakyat, rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," ujarnya.

Presiden mengakui upaya pemerintah memberantas korupsi tidak berjalan mudah.

Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditempuh kerap mendapat perlawanan dari kelompok-kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari praktik korupsi.

"Saudara-saudara, kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu yang singkat, dengan perlawanan-perlawanan banyak dari kelompok-kelompok, terutama koruptor-koruptor itu," katanya.

Meski demikian, Prabowo memastikan pemerintah tidak akan mundur dalam menegakkan hukum. Ia menegaskan penegakan hukum akan dilakukan secara adil tanpa memandang jabatan maupun kekuasaan seseorang.

"Kita akan tegakkan hukum. Dan hukum itu untuk semua. Bukan hanya untuk orang kuat saja," tegasnya.(*)