KETIK, JAKARTA – Pilot Flydubai, Smit Machchhar, mengungkap pengalaman mengerikan saat diserang kopilot dalam upaya pembajakan pesawat yang dikemudikannya.

Machchhar mengaku mengalami luka parah ketika berusaha mempertahankan kendali pesawat sekaligus menyelamatkan nyawa para penumpang.

Kesaksian tersebut disampaikan Machchhar saat melakukan panggilan video dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Jumat, 2 Oktober 2026 waktu setempat.

Machchhar diketahui merupakan warga negara India.

“Saat itu, saya berjuang mempertahankan hidup saya. Saya terluka sangat parah hingga jatuh tersungkur... saat itu, saya sempat berpikir, bagaimana jika saya tidak bisa bangkit lagi?” kata Machchhar dalam panggilan video kepada Modi.

Baca Juga:
Sanksi Sekunder AS Dimulai 23 September, Maskapai Iran Terancam Terisolasi di Dunia

Machchhar mengalami luka parah saat berusaha melawan pelaku yang disebut merupakan kopilotnya.

Kondisi di dalam kokpit juga terlihat mengenaskan dengan ceceran darah dan Machchhar yang terbaring di lantai akibat serangan tersebut.

Dalam kesaksiannya kepada Modi, Machchhar mengatakan dirinya sempat berada di lantai kokpit ketika menyadari pesawat dalam kondisi yang membahayakan.

“Dan saat itu saya tahu-satu dorongan terakhir, Smit! Lakukan saja. Pintunya tepat di sana,” ujarnya.

Baca Juga:
KTT BRICS 2026 Sepakati Deklarasi New Delhi, Prabowo Bicara Suara Global South

Menurut Machchhar, serangan terhadap dirinya masih berlangsung ketika ia berupaya membuka pintu kokpit.

“Padahal saat itu pun, dia masih terus menghajar saya,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, Machchhar akhirnya berhasil membuka pintu kokpit. Para penumpang kemudian masuk ke dalam kokpit dan melumpuhkan pelaku, sementara pilot pengganti mengambil alih kendali pesawat.

Machchhar mengatakan keputusan membuka pintu kokpit dilakukan demi menyelamatkan dirinya sekaligus penumpang di dalam pesawat.

“Saya melakukan ini demi nyawa saya sendiri, tetapi pada saat yang sama, saya tahu bahwa saya tidak boleh membiarkan orang lain tewas,” ujarnya.

Perdana Menteri India Narendra Modi memuji tindakan Machchhar tersebut. Modi mengatakan keberanian pilot itu telah membantu menyelamatkan banyak nyawa dalam situasi yang mengancam keselamatan penerbangan.

“Anda sendiri sedang berjuang antara hidup dan mati,” ujar Modi.

Saat ini, Machchhar menjalani masa pemulihan di sebuah rumah sakit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sebelumnya, ia sempat mendapatkan perawatan atas luka-luka yang dialaminya di Arab Saudi, tempat pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat setelah rutenya dialihkan.

Dalam percakapan dengan Modi, Machchhar tampak emosional ketika menceritakan kembali pengalaman yang dialaminya. Ia bahkan meminta maaf kepada Modi karena sempat menangis selama percakapan tersebut.

Machchhar juga menceritakan kondisi keluarganya. Putrinya sempat menjenguk dirinya di rumah sakit, tetapi merasa takut melihat kondisi sang ayah. Sementara itu, putra bungsunya yang berusia dua tahun belum dapat menemuinya.

“Setelah Anda menelepon saya, saya sungguh sangat bangga pada diri sendiri. Sebelumnya saya tidak merasa bangga, tetapi sekarang saya bangga,” ujar Machchhar.

Upaya pembajakan tersebut terjadi pada Rabu, 30 September 2026, ketika pesawat sedang mengudara menuju Tel Aviv, Israel.

Upaya tersebut akhirnya gagal setelah para penumpang masuk ke kokpit dan melumpuhkan pelaku, kemudian pilot pengganti mengambil alih kendali pesawat.(*)