Salah satu wakil Asia di pentas Piala Dunia 2026 Jepang, tidak bisa dipandang sebelah mata oleh tim-tim unggulan seperti Brasil, Perancis, Jerman ataupun Argentina. Tampil sempurna di babak kualifikasi dengan poin absolut tentu akan menjadi modal Jepang untuk bersaing dengan tim-tim elit. Tak terkecuali tanpa kalah di pertandingan persahabatan.
Tim-tim besar seperti Brasil, Jerman, Inggris sudah merasakan kehebatan Jepang dengan menelan kekalahan. Ini artinya akan menjadi alarm bahaya sekaligus jalan terjal meraih lambang supremasi tertinggi sepak bola.
Jika berkaca dari hasil tersebut, tentu kita sepakat jika Jepang bukanlah tim kaleng-kaleng. Belum lagi skuad yang ditampilkan hampir 95 persen pemainnya merumput di beberapa klub top Eropa. Hanya tiga pemain yang ikut kompetisi lokal (liga domestik) masuk skuad inti.
Ini semakin mempertegas jika anak asuh Hajime Moriyasu punya potensi untuk berbuat yang terbaik di Piala Dunia 2026 dibanding capaian 4 tahun yang lalu. Bahkan, menjadi juara dunia bisa terwujud tahun.
Meskipun itu bukan pekerjaan mudah, karena sepak bola tidak bisa dihitung secara matematika. Banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya adalah konsistensi permainan serta faktor non teknis lainnya. Pun demikian juga tampil di event tertinggi sepak bola.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Dick Advocaat Jadi Pelatih Tertua, Julian Nagelsmann TermudaSecara ranking FIFA, Jepang tidak termasuk tim unggulan dan kalah mentereng dengan tim 10 besar dunia, alias masih nangkring di peringkat 15 (tertinggi di Asia). Yang jadi pembeda adalah Jepang bisa mengalahkan tim berperingkat di atasnya walaupun dalam laga persahabatan.
Jika bisa tampil konsisten kemungkinannya lolos babak fase grup cukup terbuka lebar. Bersama Belanda, Swedia, Tunisia, mungkin hanya Belanda yang menjadi lawan terberat, termasuk Swedia. Sedangkan Tunisia relatif sangat mudah untuk dikalahkan. Meskipun tidak bisa dipungkiri faktor antiklimaks juga sangat mungkin terjadi. Termasuk filosofi dalam sepak bola "Bola itu Bundar".
Pengalaman para pemainnya yang ikut kompetisi di Eropa juga akan salah satu elemen penting dalam membangun kekuatan tim. Hampir pemainnya menyebar di klub-klub elite eropa. Apakah itu Inggris, Belanda, Italia, Jerman serta Spanyol.
Klubnya pun bukan klub sembarangan. Sebut saja Wataru Endo (Liverpool/ Inggris), Takefusa Kubo (Real Sociedad/Spanyol), Hiroki Ito (Bayern Munich/Jerman), Kaoru Mitoma (Brighton/Inggris), dan Ayse Ueda (Feyenoord/Belanda). Masih ada lagi beberapa pemain yang juga bermain di klub elit Eropa.
Baca Juga:
Dinas Ketapang Lebak: 183.753 KPM Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak, Keluhan Kualitas Bisa Disampaikan ke BulogDengan bermateri pemain beraroma Eropa tentu saja akan menjadi peringatan tim lain untuk tidak meremehkan Samurai Blue meskipun berasal benua Asia.
Tak hanya itu, Motivasi tinggi masuk 10 besar dunia semakin menguatkan misi besarnya tampil secara maksimal dan dalam kondisi on fire. Apalagi kolaborasi sepak taktik bola modern dengan dengan mengandalkan kecepatan dan visi bermain, sangat mungkin akan menjadi momok bagi tim lain.
Harus diakui, di kawasan Asia, Jepang bukan lagi lawan sepadan. Terbukti hampir kejuaraan yang berlabel AFC Jepang menjadi yang terbaik. Apakah di kelompok senior maupun junior. Tak jarang di beberapa event kawasan Asia, tim yang dikirim ikut kejuaraan adalah tim lapis dua. Paling gres saat tampil di Piala Asia U-17, skuadnya diisi oleh anak-anak sederajat SMA.
Paling menarik dan ditunggu publik adalah pada laga perdana melawan Belanda. Ini akan menjadi tontonan menarik. Banyak yang menyebut pertandingan murid melawan guru. Karena dalam perjalanan banyak pemain Jepang yang menimba ilmu di Belanda. Tapi itu dulu. Sekarang progres luar biasa telah dicapai akan menjadi sinyal, Belanda harus hati-hati.
*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:
- Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
- Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
- Panjang naskah maksimal 800 kata
- Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
- Hak muat redaksi.(*)