KETIK, MALANG – Selama periode libur sekolah, okupansi hotel di Kota Malang termasuk yang paling bagus di Jawa Timur yang dituturkan langsung oleh Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki. Hal ini terlihat dari rata-rata okupansi yang mencapai 80 hingga 90 persen.

Periode liburan sekolah memang menjadi salah satu momen untuk para keluarga menghabiskan waktu bersama dengan penuh kehangatan. Tentunya ini menjadi waktu yang baik bagi industri perhotelan di Kota Malang.

Dari data okupansi selama periode liburan sekolah, Kota Malang menjadi salah satu kota di Jawa Timur dengan tingkat kunjungan wisatawan paling baik. Agoes Basoeki mengungkapkan jika rata-rata okupansi selama periode liburan sekolah mencapai 80 hingga 90 persen. Sementara jika dilihat dari satu semester masih berada di kisaran 60 hingga 70 persen. 

"Bagus, yang kemarin itu antara 80% bahkan ada yang 90%. Kalau dirata-rata ya. Tapi kalau dirata-rata dalam satu masih satu apa satu semester ya, kita masih ada di kisaran 60-70%. Tapi bagus sudah, kalau dari kalau kita melihat dari data BPS, kita termasuk lumayan. Di Jawa Timur termasuk paling bagus juga okupansinya. Karena bertambah lagi juga," ungkap Agoes Basoeki.

Menurutnya, angka tersebut sudah bagus dan jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Malang termasuk lumayan bagus untuk banyaknya kunjungan. Agoes Basoeki juga menyampaikan jika di tingkat Jawa Timur, Kota Malang termasuk yang paling bagus dalam jumlah okupansi.

Baca Juga:
Festival Mbois 11 Malang Menyala Kembali Digelar, Targetkan Rp50 Miliar Perputaran Ekonomi

Tak berhenti di momen liburan lebaran, Agoes Basoeki juga menyampaikan jika setelah melewati momen high season, masih banyak hotel yang menggelar event-event dan ada festival-festival lain di Kota Malang yang dapat menarik para wisatawan.

"Kemarin sudah masa high season, sekarang ini masuk Agustus, kalau dulu ini masih ada sisa-sisa, ada event-event, event-event kreatif dari masing-masing hotel dan restoran. Kemudian ada festival-festival yang lain, itu paling tidak mendatangkan wisatawan," tutur Agoes Basoeki.

Menurut Agoes Basoeki, hal tersebut menjadi upaya untuk menghidupkan usaha-usaha yang berhubungan dengan industri perhotelan dan restoran di Kota Malang setelah melewati momen high season.

"Paling tidak menghidupkan apa? usaha yang berhubungan dengan perhotelan danrestoran. Ya paling enggak perputaran ekonomi yang apa? efek dari itu bisa jelas, UMKM, vendor-vendor yang bermitra dengan kita juga," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Dorong Kolaborasi Antarhotel untuk Perkuat Industri Perhotelan