KETIK, TEGAL – Sebuah benda diduga granat tangan jenis nanas ditemukan di lahan pertanian jagung milik warga di Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Kamis, 4 Juni 2026. 

Penemuan ini dilaporkan segera ke pihak berwajib dan berhasil diamankan serta dimusnahkan oleh tim khusus tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.

Kejadian bermula ketika Kasmuri (58), warga setempat, sedang membersihkan dan memeriksa tanaman jagungnya sekitar pukul 06.30 WIB. 

Ia mendapati benda berbentuk mencurigakan yang mirip granat tangan. Karena menyadari potensi bahayanya, warga tersebut tidak berani menyentuhnya dan segera memberitahukan kepada perangkat desa.

Setelah dikonfirmasi dan diduga kuat merupakan bahan peledak, perangkat desa meneruskan laporan tersebut ke Polsek Kedungbanteng. 

Baca Juga:
352 Jamaah Haji Kabupaten Tegal Tiba, Dua Jamaah Masih Dirawat di Arab Saudi

Petugas kepolisian yang tiba lebih awal langsung memasang garis pengamanan dan mengevakuasi warga di sekitar lokasi untuk mencegah risiko ledakan.

Kapolsek Kedungbanteng, Iptu Joko Waluyo, kemudian berkoordinasi dengan Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Tengah guna menangani benda berbahaya tersebut secara teknis.

Pada siang harinya, tim penjinak bahan peledak yang dipimpin IPDA Sanyoto tiba di lokasi. Setelah melakukan sterilisasi dan pemeriksaan menyeluruh, petugas melakukan evakuasi dan pemusnahan (disposal) granat sesuai prosedur standar keamanan yang berlaku. Seluruh proses berlangsung aman dan terkendali.

Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sikap waspada dan kepatuhan warga yang tidak sembarangan menangani benda temuan. Ia menegaskan langkah tersebut merupakan hal yang tepat.

Baca Juga:
Korsleting Diduga Picu Kebakaran KM Usaha 3 di Pelabuhan Tegalsari Kota Tegal, Api Berhasil Dilokalisir

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika menemukan benda yang diduga bahan peledak, senjata, atau barang mencurigakan lainnya, jangan disentuh, dipindahkan, atau dibawa pulang. Segera hubungi aparat keamanan agar ditangani oleh tenaga ahli yang memiliki peralatan lengkap,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini menjadi bukti pentingnya kerja sama antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Berkat kewaspadaan dan respons cepat, potensi bahaya dapat dihindari sepenuhnya.(*)