KETIK, BATU – Sumber mata air yang selama ini tersembunyi di kawasan Glonggong, Kelurahan Temas, kini menjadi harapan baru bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batu. 

Potensi sumber air tersebut resmi dikelola setelah Perumdam Among Tirto dan warga RW 07 Kelurahan Temas menandatangani Kesepakatan Bersama pemanfaatan Sumber Bendo, Rabu, 15 Juli 2026, di Kantor Kelurahan Temas.

“Kesepakatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Perumdam Among Tirto dan warga RW 07 Kelurahan Temas terkait pemanfaatan Sumber Bendo di Glonggong sebagai sumber air baku baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Achmad Yusup, Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu.

Ia menjelaskan, sumber air tersebut ditemukan melalui koordinasi bersama masyarakat setempat. Lokasinya berada di alur sungai musiman yang hanya dialiri air saat musim hujan, namun memiliki mata air yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.

Berdasarkan hasil pengujian debit, Sumber Bendo diperkirakan mampu menghasilkan air hingga 8 liter per detik (LPS). Dengan kapasitas tersebut, sumber air baru itu diproyeksikan mampu melayani sekitar 800 sambungan rumah (SR).

Baca Juga:
Polres Batu Resmikan Ruang SPKT Baru, Kapolres Janjikan Pelayanan Publik Makin Prima

“Dari hasil uji debit, potensi maksimalnya sekitar 8 liter per detik. Secara sederhana, kapasitas itu dapat melayani kurang lebih 800 sambungan rumah,” jelas Gendon, sapaan akrabnya.

Selain memiliki debit yang memadai, kualitas air Sumber Bendo juga telah melalui uji laboratorium dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai air baku untuk kebutuhan air bersih.

Keuntungan lainnya, lokasi sumber berada di atas lahan milik Pemerintah Kota Batu sehingga mempermudah proses pemanfaatan.

“Sumber ini sudah kami uji di laboratorium dan hasilnya layak dimanfaatkan sebagai air bersih. Lokasinya juga berada di tanah milik Pemerintah Kota Batu,” katanya.

Baca Juga:
Disperkim Kota Batu Kebut Verifikasi 200 Rumah, Program Bedah Rumah MBR Masuk Tahap Final

Setelah proses administrasi selesai, Perumdam Among Tirto akan segera memulai pekerjaan teknis berupa pembangunan jaringan pipa dari Sumber Bendo menuju Tandon Beji.

Air dari tandon tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah Beji, Mojorejo, dan Pendem yang selama ini mengalami kekurangan pasokan.

“Nantinya air dari sumber akan langsung kami alirkan melalui jaringan menuju Tandon Beji. Dari sana baru didistribusikan ke wilayah Beji, Mojorejo, dan Pendem yang saat ini masih mengalami kekurangan air,” ungkap Gendon.

Ia menargetkan seluruh pekerjaan teknis dapat diselesaikan pada akhir Juli 2026. Setelah itu, Perumdam akan melakukan uji coba operasional sebelum sumber tersebut diintegrasikan sepenuhnya ke jaringan distribusi air bersih.

“Setelah penandatanganan ini kami langsung bergerak mengerjakan pekerjaan teknis. Target kami selesai akhir bulan ini sehingga bisa segera dilakukan trial agar air dari Sumber Bendo masuk ke jaringan distribusi wilayah selatan,” katanya.

Menurut Gendon, keberadaan sumber air baru tersebut menjadi solusi atas defisit air baku yang selama ini dialami Perumdam. Kondisi itu menyebabkan distribusi air di wilayah Temas dan kawasan selatan Kota Batu harus dilakukan secara bergiliran.

“Kami memang mengalami defisit air baku, khususnya untuk wilayah selatan. Selama ini pelayanan hanya bisa dilakukan secara bergilir dengan wilayah Temas. Dengan adanya Sumber Bendo, kami berharap kebutuhan air di Beji, Pendem, dan Mojorejo dapat terpenuhi sekaligus menghentikan sistem distribusi bergilir di Temas,” jelasnya.

Dalam kesepakatan tersebut juga diatur pembagian tanggung jawab antara Perumdam dan masyarakat. 

Perusahaan daerah bertanggung jawab terhadap pengelolaan jaringan dan lingkungan sekitar sumber, sementara warga akan dilibatkan dalam menjaga kelestarian kawasan sumber air agar tetap terjaga keberlangsungannya.

“Ada sejumlah kesepakatan yang sudah kami bahas bersama masyarakat, mulai dari tanggung jawab Perumdam terhadap lingkungan hingga peran warga dalam menjaga kelestarian Sumber Bendo di Dusun Glonggong,” ujarnya.

Gendon berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan sumber daya air berbasis kemitraan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Ia menegaskan, sesuai arahan Wali Kota Batu Nurochman, seluruh pihak harus bersama-sama menjaga kelestarian sumber air demi menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami berharap setelah penandatanganan ini, Perumdam dan masyarakat bisa bersama-sama menjaga serta mengonservasi Sumber Bendo. Ini merupakan bagian dari upaya memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih, khususnya bagi warga Beji, Pendem, dan Mojorejo,” pungkasnya.

Selain kesepakatan pemanfaatan sumber air, Perumdam juga menandatangani perjanjian bina lingkungan yang mulai berlaku pada 1 September 2026.

Program tersebut merupakan bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat sekitar melalui dukungan kegiatan lingkungan dan alokasi dana sebesar Rp750 ribu per bulan di luar bantuan insidental.

Sementara itu, Lurah Temas, Anditya Fitrawan, menilai forum tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah, Perumdam, dan masyarakat.

“Forum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus keterbukaan antara semua pihak. Intinya kami saling memberikan manfaat dan menjalankan apa yang telah disepakati bersama. Kami mendukung kebutuhan masyarakat maupun Perumdam,” ujarnya.

Ketua RW 07 Dusun Glonggong, Riyanto, menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya, yang terpenting dari kerja sama tersebut adalah manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kami memang perlu duduk bersama seperti ini. Penjelasan dari Pak Direktur sudah sangat rinci. Pada akhirnya yang paling penting adalah bagaimana kerja sama ini benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)